Film Untuk Perempuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • V Festival

    V Festival

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Untuk kedua kalinya Festival Film Perempuan Internasional di Indonesia (V Film Festival 2010) akan diselenggarakan di Jakarta pada 21 hingga 27 April 2010 mendatang. Festival yang diselenggarakan oleh Jurnal Perempuan, Kartini Asia Networ, Komunitas Salihara dan Kalyanashira Foundation itu mengusung tema Identity and Youth.

    "Festival ini sebagai usaha untuk terus mempromosikan film-film karya sutradara perempuan," ujar Veronika Kusumaryati, kurator V Film Festival saat konferensi pers di Komunitas Salihara, Kamis (15/4). Tentu, selain karya sutradara perempuan, film-film yang ditampilkan mengangkat isu-isu perempuan sehingga menjadi bahan pemikiran bagi penontonnya.

    Festival Film Perempuan ini akan menayangkan 22 film panjang dari luar negeri, 11 film panjang dari Indonesia, 4 film pendek dari luar negeri dan 28 film pendek Indonesia, baik fiksi maupun dokumenter. Semua film terbagi atas beberapa program yaitu film panjang, Southeast Asian Short, Aku dan Indramayu, Short and Young, serta Perempuan dan Syariat Islam. "Spektrumnya sangat beragam," ujar Vero.

    Yang membedakan acara kali ini dibanding tahun lalu adalah film-film akan diputar di tiga tempat di Jakarta sekaligus, yaitu Goethe Haus, Salihara dan Kineforum. Selain itu ada juga roadshow film atau V Film Festival Travelling di 4 kota besar yaitu Bandung (CCF Bandung) pada 26-27 Mei, Malang (Malang Meeting Point) pada 1-3 Juni, Yogyakarta (Kinoki) pada 18 Mei dan Denpasar (Alliance Francaise Bali) pada 14-17 Mei.

    Selain pemutaran film, V Film Festival 2010 juga akan menyelenggarakan diskusi tentang Film, Tubuh Perempuan dan Sensor di Serambi Salihara. Ada juga Focus Group Discussion untuk sutradara perempuan dan workshop untu remaja.

    Ismi Wahid


  • FFI
  •  

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.