Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Deretan 5 Album Fenomenal The Rolling Stones Torehkan Sejarah Musik Rock

image-gnews
Warga Kuba Sambut Konser The Rolling Stones
Warga Kuba Sambut Konser The Rolling Stones
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Grup The Rolling Stones, sebuah legenda hidup dalam dunia musik rock, telah memberikan sumbangan tak ternilai bagi industri musik selama lebih dari 6 dekade terakhir.

Dikutip dari rockandbluesmuse.com, mereka hanya berada di belakang The Beatles dalam daftar penjualan album terlaris sepanjang masa dengan 240 juta rekaman terjual. Perjalanan panjang mereka diwarnai dengan album-album fenomenal yang membawa pengaruh besar dalam sejarah musik rock.

Berikut 5 album fenomenal dari The Rolling Stones yang telah membentuk fondasi kuat dalam kancah musik dunia.

  1. Exile on Main Street (1972)

Salah satu puncak kreativitas Rolling Stones terletak pada album ini. Exile on Main Street dianggap sebagai mahakarya mereka yang paling memukau. Dirilis pada 1972, album ini menampilkan kekacauan kreatifitas yang teruji dan hasilnya adalah koleksi lagu-lagu yang mencakup spektrum musik dari blues hingga soul dengan sentuhan rock 'n roll yang khas.

Dilansir dari Ultimate Classic Rock, meskipun hanya single Tumbling Dice yang meraih kesuksesan komersial, album ini secara keseluruhan dianggap sebagai karya yang luar biasa. Dari Rocks Off yang penuh semangat hingga Soul Survivor yang menutup album dengan anggun, setiap lagu membawa pendengar dalam perjalanan yang tak terlupakan.

  1. Let It Bleed (1969)

Let It Bleed menghadirkan Rolling Stones dalam transisi yang menarik dari era 60-an yang idealis ke realitas keras 70-an. Dengan sentuhan dari dua gitaris legendaris, Brian Jones dan Mick Taylor, album ini menawarkan beragam nuansa musik dari blues hingga country.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lagu pembuka Gimme Shelter membawa pendengar pada suasana yang mencekam, sementara lagu penutup You Can't Always Get What You Want memberikan pesan yang kuat tentang realitas kehidupan.

  1. Sticky Fingers (1971)

Sticky Fingers menandai awal dekade 70-an dengan gaya yang kuat dan kontroversial. Dengan lagu-lagu seperti Brown Sugar dan Wild Horses, album ini menampilkan Rolling Stones dalam penampilan yang penuh gairah dan kekuatan. Dibalut dengan cover album yang kontroversial, karya ini membawa pendengar pada perjalanan emosional yang mendalam.

  1. Beggars Banquet (1968)

Setelah percobaan eksperimen musikal yang kurang sukses, Rolling Stones kembali ke akar musik mereka dengan Beggars Banquet. Album ini menampilkan band dalam performa terbaik mereka, dengan lagu-lagu yang penuh energi dan semangat. Dari Sympathy for the Devil yang ikonik hingga Street Fighting Man yang menggelora, setiap lagu menyampaikan pesan yang kuat tentang zaman yang penuh gejolak.

  1. Some Girls (1978)

Some Girls menandai periode kembalinya The Rolling Stones setelah beberapa tahun dalam ketidakpastian. Dengan gaya yang lebih tajam dan agresif, album ini menampilkan band dalam mode yang sama-sama menggemparkan dan menginspirasi. Dari Miss You yang dipengaruhi oleh disco hingga Beast of Burden yang penuh gairah, Some Girls adalah manifestasi dari kekuatan dan ketangguhan Rolling Stones dalam menghadapi perubahan zaman.

Pilihan editor: Mengenang Brian Jones, Gitaris Pendiri The Rolling Stones

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Raja Charles III Siap Kembali Bertugas

4 jam lalu

Pada Senin (5/2), Istana Buckingham mengumumkan bahwa Raja Charles III didiagnosis menderita kanker. Istana juga mengatakan bahwa sang Raja telah mulai menjalani perawatan. REUTERS/Toby Melville
Raja Charles III Siap Kembali Bertugas

Raja Charles III sudah mendapat izin dari tim dokter untuk kembali bertugas setelah menjalani pengobatan kanker.


Inggris Kucurkan Rp505 M untuk Program Integrasi Ekonomi ASEAN

2 hari lalu

Duta Besar Inggris untuk ASEAN Sarah Tiffin (kiri) dan Pejabat Ekonomi Senior Inggris untuk ASEAN Martin Kent (kanan) setelah acara peluncuran ASEAN-UK Economic Integration Programme (EIP) di Jakarta pada Rabu, 24 April 2024. TEMPO/Nabiila Azzahra A.
Inggris Kucurkan Rp505 M untuk Program Integrasi Ekonomi ASEAN

Inggris dan ASEAN bekerja sama dalam program baru yang bertujuan untuk mendorong integrasi ekonomi antara negara-negara ASEAN.


Mengintip The Black Dog, Pub yang Disebut Taylor Swift dalam Album Barunya

3 hari lalu

The Black Dog, Vauxhall, London. Instagram.com/@theblackdogvauxhall
Mengintip The Black Dog, Pub yang Disebut Taylor Swift dalam Album Barunya

The Black Dog, pub di London mendadak ramai dikunjungi Swifties, setelah Taylor Swift merilis album barunya


Ivan Gunawan Siap Resmikan Masjidnya di Uganda, Berikut Profil Negara di Afrika Timur Ini

7 hari lalu

Masjid Indonesia by Ivan Gunawan di Uganda, Afrika Timur. Foto: Instagram/@hamza.tamimy
Ivan Gunawan Siap Resmikan Masjidnya di Uganda, Berikut Profil Negara di Afrika Timur Ini

Ivan Gunawan berencana berangkat ke Uganda hari ini untuk meresmikan masjid yang dibangunnya. Ini profil Uganda, negara di Afrika Timur.


112 Tahun Kapal Titanic Karam, Berikut Spesifikasinya dan Penyebab Tenggelam

8 hari lalu

RMS Titanic merupakan kapal penumpang uap terbesar di dunia pada saat itu yang dimiliki perusahaan pelayaran White Star Line. Pada tanggal 14-4, 1912, Titanic bertabrakan dengan gunung es di Samudra Atlantik Utara dan menewaskan 1.523 penumpang. gizmodo.de
112 Tahun Kapal Titanic Karam, Berikut Spesifikasinya dan Penyebab Tenggelam

Pada 15 April 1912, RMS Titanic karam di Atlantik Utara menabrak gunung es saat pelayaran dari Southampton di Inggris ke New York City


Menlu Inggris: Israel Putuskan Balas Serangan Iran

9 hari lalu

Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron bertemu dengan Perdana Menteri sementara Lebanon Najib Mikati (tidak terlihat) di Beirut, Lebanon 1 Februari 2024. REUTERS/Mohamed Azakir
Menlu Inggris: Israel Putuskan Balas Serangan Iran

Menteri Luar Negeri Inggris mengatakan Israel "jelas" telah memutuskan untuk membalas serangan rudal dan drone Iran.


Mengingat Pembantaian Amritsar di India pada 1919, Tewaskan Ratusan Orang dan Ribuan Lainnya Terluka

13 hari lalu

Kelompok Sikh mengangkat pedang sambil memprotes saat bentrokan di kuil Sikh, Kuil Emas, di Amritsar, India (6/6). REUTERS/Munish Sharma
Mengingat Pembantaian Amritsar di India pada 1919, Tewaskan Ratusan Orang dan Ribuan Lainnya Terluka

Pada 13 April 1919 terjadi pembantaian di Amritsar di Punjab, India. Berikut kilas balik peristiwa berdarah itu.


Kurangi Usia Minimum Pengguna di Inggris dan Eropa, WhatsApp Dikecam

13 hari lalu

Ilustrasi WhatsApp. shutterstock.com
Kurangi Usia Minimum Pengguna di Inggris dan Eropa, WhatsApp Dikecam

Dengan langkah ini, WhatsApp telah membuat marah banyak orang.


2 Ribu WNI di Inggris Rayakan Idulfitri di KBRI London

16 hari lalu

Sekitar 2 Ribu WNI di Inggris menghadiri acara perayaan Idulfitri di KBRI London pada 10 April 2024. Sumber: dokumen KBRI
2 Ribu WNI di Inggris Rayakan Idulfitri di KBRI London

Meski cuaca terasa dingin dengan kisaran 7C, WNI di Inggris dan Irlandia tetap antusias merayakan Idulfitri.


Top 3 Dunia: Inggris Ogah Setop Ekspor Senjata ke Israel hingga Ucapan Lebaran Menlu AS

16 hari lalu

Umat Muslim menghadiri salat Idul Fitri yang menandai akhir Ramadan, di kompleks Al-Aqsa, yang juga dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Kota Tua Yerusalem, 10 April 2024. REUTERS/Ammar Awad
Top 3 Dunia: Inggris Ogah Setop Ekspor Senjata ke Israel hingga Ucapan Lebaran Menlu AS

Berita Top 3 Dunia pada Rabu 10 April 2024 diawali oleh penolakan Inggris untuk menghentikan penjualan senjata ke Israel.