Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Brownis Dapat Teguran karena Gaya Busananya, Ivan Gunawan Sebut KPI Tak Paham Fashion

image-gnews
Ivan Gunawan menunjukkan busana yang dikenakannya mengikuti mode 1960-an. Foto: Instagram Ivan Gunawan.
Ivan Gunawan menunjukkan busana yang dikenakannya mengikuti mode 1960-an. Foto: Instagram Ivan Gunawan.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Desainer sekaligus figur publik, Ivan Gunawan, buka suara setelah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi adminisratif berupa teguran tertulis pertama untuk program siaran Brownis di Trans TV. Diketahui, variety show televisi yang menghadirkan Ivan Gunawan alias Igun sebagai pembawa acara itu diduga menampilkan adegan yang mengarah pada penormalan laki-laki bergaya perempuan dan dipertontonkan kepada publik.

Artikel berjudul Tampilkan Lelaki dengan Pakaian, Gaya dan Riasan Wanita, KPI Jatuhkan Sanksi untuk “Brownis” yang tayang pada 3 Januari 2024 itu kini menjadi perbincangan hangat publik. Mengetahui hal tersebut, Ivan Gunawan memberikan pembelaannya atas berita yang tersebar di artikel dan media sosial KPI. Melalui tiga unggahan di Instagram pribadinya pada hari ini, 4 Januari 2024, berikut sederet penjelasan dari Ivan Gunawan.

Kata Ivan Gunawan atas Teguran KPI kepada Brownis

Artis yang terkenal sejak debut pada 1997 sebagai finalis cover boy itu mengaku bahwa gayanya saat syuting Brownis tidak ada yang salah. Dia menjelaskan kronologi awal tayangan yang kini dipermasalahkan oleh KPI tersebut kepada netizen.

"Mau menanggapi postingan ini, sebelumnya mohon maaf yah @brownis_ttv @jck_desaratu aku harus post kejadian hari itu tanggal 12 Desember pas ulang tahun @brownis_ttv konsep bday kita itu back to 60's jadi kita pake ala tahun 60-an. Lo semua cek aja tahun segitu Orang orang gaya nya kaya apa ke pesta," tulis Ivan Gunawan pada unggahan foto artikel teguran KPI tersebut.

Lebih lanjut, dia juga memberikan informasi seputar mahkota yang dipakainya itu. Menurut Ivan Gunawan, hal tersebut merupakan simbol dari pencapaiannya selama ini dalam industri hiburan di kancah global. Pendiri Yayasan Dunia Mega Bintang ini sudah mendapatkan lisensi pengiriman ratu-ratu kecantikan yang akan bertanding di tingkat dunia. 

"Terus kenapa gue pake mahkota karna gue dapet prestasi di tingkat internasional, gue punya lisensi internasional terus gue diapresiasi kinerja gue makanya mahkota itu kebanggan gue. Jadi sampai kapan pun gue bangga sama mahkota gue!!!" tulisnya.

Ivan Gunawan Jelaskan Fashion 1960-an 

Ivan Gunawan juga membagikan gaya busananya dalam siaran Brownis yang kontroversial tersebut. Dalam foto Instagram-nya, Ivan Gunawan berpose mengenakan setelan jas hitam dan celana panjang bahan sekuin. Lengkap dengan aksen bulu-bulu di pundaknya, sepatu heels tinggi, dan mahkota. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pembawa acara 42 tahun ini pun protes kepada KPI, yang menurutnya tidak mengerti sejarah perkembangan mode. Dari kacamata seorang desainer, penampilan tersebut lumrah karena di tahun 60-an ada banyak kalangan pria yang bergaya seperti itu. "Eh @kpipusat ini gaya tahun 60's gue, elo harus tau dulu KPI. Baju ini buat gue brantem besar ama wardrop @transtv_corp makanya gue kesel gara gara loe tegor style gue," tulis Igun.

Tak lama berselang, Ivan Gunawan mengunggah video klarifikasi soal gayanya yang jadi sorotan. Bersamaan dengan video itu, sang desainer juga membagikan 3 foto yang menampilkan gaya laki-laki di sepanjang 1960. Dari foto tersebut, terlihat celana model cutbray dengan lingkar besar di bagian bawahnya. Ditambah lagi jenis sepatu boots yang populer untuk fashion di era tahun 60-an yang jadi tema ulang tahun acara Brownis.

Ajak KPI Memahami dan Belajar Fashion

Ivan selanjutnya menyarankan KPI agar mempelajari fashion. "Kalau di aplikasi itu kalian bisa Googling namanya Pinterest. Kalian bisa lihat tren fashion dari kapanpun. Ini hasil penelusuran gue lewat Pinterest, ini yang paling mudah lo cari. Ini tren tahun 60-an, jadi lo tahu tahun 60-an kalau orang pergi ke party itu bentuknya seperti apa. Ini 60-an di Eropa-Amerika ya, bukan di Indonesia," kata Ivan Gunawan.

Pada keterangan unggahan video tiga jam lalu itu, Ivan meledek KPI. "Tuh lihat @kpipusat ini trend fashio tahun 60-an. Bapak moyang kita pake boots hak tinggi. Kalo ke pesta @brownis_ttv hak itu bukan buat cewek doang. Paham arti fashion ngga sih."

Pilihan Editor: Ivan Gunawan Minta Penjelasan PLN Soal Listrik di Rumahnya Padam Setiap Malam

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ivan Gunawan Jadi Salah Satu Lawan Tersulit Denny Cagur di LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah

8 hari lalu

Ivan Gunawan dan Denny Cagur saat menghadiri konferensi pers serial komedi LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah di Jakarta, Selasa, 2 Juli 2024. Dok. Prime Video
Ivan Gunawan Jadi Salah Satu Lawan Tersulit Denny Cagur di LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah

Denny Cagur membocorkan aksi kocak Ivan Gunawan yang membuatnya kesulitan menahan tawa di LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah.


Ivan Gunawan Akui Sempat Gelisah Ikut LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah

16 hari lalu

Ivan Gunawan saat menghadiri konferensi pers serial komedi LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah di Jakarta, Selasa, 2 Juli 2024. TEMPO/Marvela
Ivan Gunawan Akui Sempat Gelisah Ikut LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah

Ivan Gunawan mengaku merasa dirinya bukan seorang pelawak sebelum bergabung sebagai pemain LOL Indonesia: Yang Ketawa Kalah.


Profil Dries Van Noten, Desainer Asal Belgia yang Mundur dari Industri Mode

22 hari lalu

Dries Van Noten. Foto : Driesvannoten.com
Profil Dries Van Noten, Desainer Asal Belgia yang Mundur dari Industri Mode

Dries Van Noten desainer asal Belgia menyatakan mengundurkan diri dari industri mode. Ini profilnya.


Pilih Tas Kulit Asli atau Tas Kulit Sintetis? Cek Kebutuhanmu

35 hari lalu

Ilustrasi Tas Elizabeth/Tempo-Mitra Tarigan
Pilih Tas Kulit Asli atau Tas Kulit Sintetis? Cek Kebutuhanmu

Kapan gunakan tas kulit asli dan tas kulit sintetis menurutmu? Simak tips dari Head of Designer dari Brand Tas Elizabeth, Vernalyn Subali.


Tips Merawat Tas Kulit Sintetis Agar Makin Awet

36 hari lalu

Tas Elizabeth/Tempo-Mitra Tarigan
Tips Merawat Tas Kulit Sintetis Agar Makin Awet

Tas menjadi salah satu aksesori fashion yang dibutuhkan masyarakat khususnya wanita. Simak tips merawat tas kulit sintetis agar awet.


Komika hingga Musisi Tolak RUU Penyiaran: Mereka Panik Seniman Sudah Berani Kritis

44 hari lalu

Wartawan membentangkan poster saat melakukan aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran di depan Kantor DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin, 27 Mei 2024. Koalisi Jurnalis Kepulauan Riau tersebut menolak karena hal tersebut dinilai menghalangi tugas jurnalistik dan kebebasan pers. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
Komika hingga Musisi Tolak RUU Penyiaran: Mereka Panik Seniman Sudah Berani Kritis

Vikri Rastra dan Kojek Rap Betawi menyampaikan kritik terhadap RUU Penyiaran. Mereka tak mau kebebasannya dibatasi.


Diskusi RUU Penyiaran di Unud: Akademisi hingga Praktisi Penyiaran dan Pers Soroti Pasal-pasal Kontroversial

53 hari lalu

Jurnalis melakukan unjuk rasa damai di Gedung DPRD Sumatera Utara, Medan, Selasa, 21 Mei 2024. Jurnalis dari perwakilan organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Medan dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Medan tersebut menolak rancangan undang-undang (RUU) no 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang dinilai menghalangi tugas jurnalistik dan kebebasan pers. ANTARA/Yudi Manar
Diskusi RUU Penyiaran di Unud: Akademisi hingga Praktisi Penyiaran dan Pers Soroti Pasal-pasal Kontroversial

RUU Penyiaran terus tuai kritik. Akademisi hingga pekerja pers soroti pasal-pasal kontroversial di dalam diskusi RUU Penyiaran di Unud.


Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna: Hilangkan Pasal-pasal Bermasalah di RUU Penyiaran

53 hari lalu

Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna saat memimpin sidang putusan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman yang dilaporkan oleh Zico Simanjuntak di Gedung 2 MK, Jakarta, Kamis 28 Maret 2024. Salah satu poin yang diucapkan Anwar adalah dirinya telah mengetahui ada upaya politisasi dan menjadikan dirinya sebagai objek dalam berbagai putusan MK. TEMPO/Subekti.
Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna: Hilangkan Pasal-pasal Bermasalah di RUU Penyiaran

Dosen Hukum Unud juga Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna mengatakan, proses penyusunan RUU Penyiaran harus melibatkan meaningfull partisipatian.


Tak Lagi Sebagai Rival, Federer dan Nadal Berduet di Kampanye Terbaru Louis Vuitton

19 Mei 2024

Petenis Roger Federer dan Rafael Nadal dalam kampanye Core Values Louis Vuitton. Instagram Louis Vuitton
Tak Lagi Sebagai Rival, Federer dan Nadal Berduet di Kampanye Terbaru Louis Vuitton

Roger Federer dan Rafael Nadal, tampil dalam kampanye Core Values produk fashion mewah Louis Vuitton. Keduanya mengungkapkan rasa bangga.


Soal RUU Penyiaran, Pakar Ilmu Komunikasi Unand Soroti Pasal-pasalnya: Ancam Kemerdekaan Pers

19 Mei 2024

Seorang wartawan melakukan teatrikal menggunakan replika televisi saat unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Penyiaran di depan Gedung Balai Kota Malang, Malang, Jawa Timur, Jumat 17 Mei 2024. Wartawan yang tergabung dalam organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di daerah tersebut menggelar aksi untuk menolak pasal-pasal dalam RUU penyiaran yang dinilai berpotensi menghalangi tugas jurnalistik dan kebebasan pers. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Soal RUU Penyiaran, Pakar Ilmu Komunikasi Unand Soroti Pasal-pasalnya: Ancam Kemerdekaan Pers

RUU Penyiaran mendapat respons pakar ilmu komunikasi Unand. "Pengekangan dan pelanggaran atas kemerdekaan pers," kata Dalmenda.