13 Fakta Menarik Seni Pertunjukan Ludruk Khas Jawa Timur

Pertunjukan Ludruk guyon Paguyuban Koncodhewe dengan tema Dalang Gersang di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta, 12 Maret 2017. TEMPO/Amston Probel

TEMPO.CO, JakartaLudruk adalah seni pertunjukan atau drama tradisional dari Jawa Timur yang diperankan oleh sebuah grup kesenian. Kesenian ludruk diselenggarakan di sebuah panggung dengan mengangkat kisah kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan, dan sebagainya yang ditambah dengan lawakan. Pada setiap pertunjukannya, ludruk selalu diiringi dengan gamelan sebagai musik.

Ludruk sangatlah berbeda dengan ketoprak dari Jawa Tengah atau Yogyakarta, lenong Betawi dari DKI Jakarta, ataupun longser dari Jawa Barat. Kesenian pertunjukan tersebut cenderung menceritakan kisah zaman dulu, baik itu sejarah maupun dongeng dan bersifat menyampaikan sebuah pesan tertentu. Sementara itu, ludruk mengangkat kisah hidup sehari-hari dari kalangan rakyat biasa dan bersifat menghibur sehingga membuat penontonnya tertawa terbahak-bahak. Meskipun sekarang, kesenian daerah tersebut bisa mengangkat tema legenda maupun kekinian.

Melansir p2k.unkris.ac.id, seni pertunjukan ludruk juga memiliki salah seorang pelawak legendaris yang bernama Kartolo. Ia berasal dari Surabaya, Jawa Timur dan sudah lebih dari 40 tahun hidup dalam dunia seni ludruk. Nama Kartolo dan suaranya yang khas dengan candaan yang lugu dan cerdas, dikenal hampir di penjuru Jawa Timur, bahkan hingga Jawa Tengah.

Dialog ataupun monolog dalam ludruk bersifat menghibur sehingga membuat para penonton tertawa. Ludruk ditampilkan dengan menggunakan dialog khas berbahasa Surabaya. Meskipun terkadang ada bintang tamu dari daerah lain, seperti Jombang, Malang, Madura, atau Madiun dengan logat yang berbeda, tetapi bahasa lugas yang digunakan dalam pertunjukannya mudah dimengerti oleh semua orang.

Mengutip dari buku yang berjudul Ludruk Jawa Timur Pusaran Zaman, sebuah pertunjukan ludruk yang biasa dibuka dengan penampilan seseorang membawakan Tari Remo. Selain itu, ludruk juga diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerankan Pak Sakera, seorang jagoan Madura. Inilah yang menjadi ciri khas seni pertunjukan ludruk yang berbeda dengan pertunjukan lainnya.

Ciri Seni Pertunjukan Ludruk

Untuk lebih jelas lagi, berikut terdapat karakteristik seni pertunjukan ludruk yang harus selalu ada.

  1. Pertunjukan dilakukan secara improvisatoris atau tanpa persiapan naskah,
  2. Memiliki kesepakatan dalam mengangkat sebuah kisah (konvensi),
  3. Terdapat pemeran perempuan yang diperankan oleh laki-laki,
  4. Memiliki lagu khas, yaitu berupa kidungan jula-juli,
  5. Iringan musik berupa gamelan berlaras pelog, slendro, dan laras slendro,
  6. Pertunjukan dimulai dengan penampilan Tari Ngremo asal Jombang, Jawa Timur,
  7. Terdapat adegan Bedayan, yakni tarian joget ringan oleh beberapa transvestite (mengenakan pakaian perempuan oleh laki-laki) sambil melantunkan kidungan jula-juli,
  8. Terdapat adegan lawak dan selingan parodi,
  9. Terdapat berbagai kidungan, yakni kidungan Tari Ngremo, kidungan bedayan, kidungan lawak, dan kidungan adegan,
  10. Kidungan terdiri atas pantun atau syair yang bertema kehidupan sehari-hari,
  11. Tata busana menggambarkan kehidupan rakyat sehari-hari,
  12. Bahasa disesuaikan dengan lakon yang dipentaskan, yaitu berupa bahasa Jawa atau Madura, dan
  13. Tampilan dikemas secara sederhana dan tidak ada batas (sangat akrab) dengan penonton.

RACHEL FARAHDIBA R 

Baca: Kesenian Ludruk Tergeser Televisi Sejak 1990

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Laporan Tren Pasar: 3 Provinsi Ini Jadi Pencarian Teratas Properti di Luar Jakarta

9 hari lalu

Laporan Tren Pasar: 3 Provinsi Ini Jadi Pencarian Teratas Properti di Luar Jakarta

Laporan tren pasar properti sejalan dengan angka pertumbuhan positif ketiga provinsi dalam periode Januari-Mei 2022.


Calon SUV Baru Honda Sambangi Sejumlah Kota di Jawa Timur

11 hari lalu

Calon SUV Baru Honda Sambangi Sejumlah Kota di Jawa Timur

PT Honda Prospect Motor (HPM) memamerkan calon SUV baru mereka di sejumlah kota di Jawa Timur. Simak selengkapnya di sini!


Tekan Inflasi, Khofifah Bebaskan Pajak Kendaraan Mikrolet dan Ojek Online

12 hari lalu

Tekan Inflasi, Khofifah Bebaskan Pajak Kendaraan Mikrolet dan Ojek Online

Khofifah mengatakan kebijakan pembebasan pajak kendaraan angkutan umum orang jenis mikrolet dan ojek online bisa ringankan beban masyarakat.


Ludruk Perempuan-perempuan Pilihan, Ketika Negeri Hanya Berisi Kaum Hawa

12 hari lalu

Ludruk Perempuan-perempuan Pilihan, Ketika Negeri Hanya Berisi Kaum Hawa

Perempuan-perempuan Pilihan ingin mengajak penonton untuk melihat bahwa gender bukan hal yang harus menjadi faktor dalam menilai kemampuan seseorang.


Penjualan Mobil Daihatsu di Jawa Timur Naik 5 Persen

14 hari lalu

Penjualan Mobil Daihatsu di Jawa Timur Naik 5 Persen

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengabarkan bahwa penjualan mobil mereka di Jawa Timur meningkat 5 persen hingga Juli 2022.


Deretan Fakta Penangkapan Pemuda yang Diduga Hacker Bjorka: Salah Tangkap

15 hari lalu

Deretan Fakta Penangkapan Pemuda yang Diduga Hacker Bjorka: Salah Tangkap

Seorang pemuda yang diduga hacker Bjorka ditangkap di Madiun, Jawa Timur pada Rabu petang, 14 September 2022.


Cak Sapari Meninggal, Cak Kartolo Kehilangan Teman Duet di Ludruk Jula Juli Goyonan

15 hari lalu

Cak Sapari Meninggal, Cak Kartolo Kehilangan Teman Duet di Ludruk Jula Juli Goyonan

Legenda ludruk Indonesia asal Surabaya sekaligus rekan duet Kartolo Cs, Cak Sapari, meninggal di usia 74 tahun.


Jalan Panjang Bandara Banyuwangi, Perlu 3 Bupati Banyuwangi Menuntaskannya

16 hari lalu

Jalan Panjang Bandara Banyuwangi, Perlu 3 Bupati Banyuwangi Menuntaskannya

Bandara Blimbingsari yang kemudian diubah nama menjadi Bandara Banyuwangi ini, punya kisah panjang hingga perlu 3 Bupati Banyuwangi menuntaskannya.


Emil Dardak: Harga Pangan Jawa Timur Sudah Deflasi, Bukan Inflasi

17 hari lalu

Emil Dardak: Harga Pangan Jawa Timur Sudah Deflasi, Bukan Inflasi

Emil Elestianto Dardak menilai Jawa Timur hingga saat ini tetap menjadi lokomotif perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 14,30 persen.


Indonesia Kita Ke-37 Tampilkan Ludruk Perempuan-Perempuan Pilihan

18 hari lalu

Indonesia Kita Ke-37 Tampilkan Ludruk Perempuan-Perempuan Pilihan

Lakon ini menampilkan pendiri Indonesia Kita, Butet Kartaredjasa, dan para pemain panggung Indonesia seperti Dira Sugandi, Rieke Diah Pitaloka, Cak Lontong, dan lain lain.