Bicara Soal Kehilangan di 2020, Awkarin: 2021, Aku Siap

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebgram Awkarin bersama Sabian Tama saat berada di Tana Toraja, dalam proyek Kelana Karin. Foto: @awkarin

    Selebgram Awkarin bersama Sabian Tama saat berada di Tana Toraja, dalam proyek Kelana Karin. Foto: @awkarin

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebgram, Awkarin mengakhiri tahun 2020 dengan mengulas kembali apa saja yang udah dilewatinya selama setahun belakangan ini. Awkarin bersyukur bisa melewati tahun 2020 yang cukup berat ini dan siap untuk tahun 2021.

    "Terima kasih 2020. 2021, aku siap," tulis Awkarin di Instagram pribadinya pada Kamis, 31 Desember 2020.

    Awkarin juga mengunggah video kompilasi yang memperlihatkan berbagai momennya di tahun 2020. Video berdurasi 10 menit itu juga diunggah di kanal YouTube miliknya di waktu bersamaan dan diberi judul Terima kasih 2020. Di awal video, Awkarin menyapa para pengikutnya dan menanyakan kabar mereka.

    Awkarin yakin banyak yang sedang dalam kondisi kurang baik. Awkarin juga menunjukkan berbagai foto kebersamaannya dengan mantan kekasihnya, Sabian Tama yang juga menjadi bagian di hidupnya setahun terakhir. Awkarin merasa tahun 2020 kemarin banyak yang merasa kehilangan.

    "Banyak banget rasa kehilangan yang benar-benar berasa di tahun 2020 ini, dari mulai kehilangan waktu kerja, hangout sama teman, untuk diri sendiri, kehilangan peluang kerja, kehilangan pekerjaan, kehilangan anggota keluarga dan yang tersayang karena penyakit menular berbahaya, bahkan kehilangan pasangan, kehilangan teman, kehilangan hak asuh, kehilangan harta, bahkan pula kehilangan jati diri, sampai semuanya kehilangan arah dan lupa apa sih tujuan utama kita di tahun ini?" kata Awkarin dalam video tersebut.

    Awkarin atau yang bernama lengkap Karin Novilda, selain membantu memadamkan karhutla juga memberikan bantuan tas-tas yang berisi bantuan untuk korban kabut asap. Instagram/@awkarin

    Awkarin merasa sesama manusia tidak berhak untuk menghakimi rasa kehilangan satu sama lain. Ini karena setiap orang memiliki kondisi mental yang berbeda-beda dan tidak bisa disamakan ataupun dibandingkan. Adapun pembelajaran yang dipetik oleh Awkarin selama tahun 2020, yaitu belajar berempati, menempati diri di posisi orang lain, dan berhenti untuk berekspektasi.

    "Kadang yang menyakiti kita itu ekspektasi, kadang bukan orang lain. Ekspektasi kita tentang harapan bahwa orang lain akan memperlakukan kita sama seperti kamu memperlakukan mereka, itu yang harus dibuang jauh-jauh," kata Awkarin.

    Perempuan bernama asli Karin Novilda ini selalu berharap akan kebahagiaan dalam hidupnya serta orang-orang yang dikasihinya, termasuk di tahun baru ini. Awkarin juga memanjatkan banyak harapan untuk para penggemarnya agar semua kesulitan yang dialami tahun 2021 ini cepat berlalu dan menemukan jalan keluarnya.

    Pada bagian terakhir Awkarin mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya, adik, serta para sahabatnya, dan tidak lupa Sabian yang pernah menjadi bagian dalam hidupnya. "Terima kasih juga untuk Sabian, atas kasih dan sayang dan semua pelajarannya selama setahun ke belakang ini," kata Awkarin.

    Isu retaknya hubungan merek berdua bermula dari unggahan Awkarin di Instagram Storynya satu hari setelah ulang tahunnya yang ke-23 pada Minggu, 29 November 2020. Hubungan Awkarin dengan putra sulung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama itu berakhir diduga karena orang ketiga.

    MARVELA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.