Pengalaman Asmara Abigail di The Science of Fictions Bareng Gunawan Maryanto

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan Asmara Abigail dalam film The Science of Fictions. Istimewa

    Adegan Asmara Abigail dalam film The Science of Fictions. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Asmara Abigail mengaku sangat antusias ketika ditawari oleh Yulia Evina Bhara selaku produser untuk terlibat dalam film The Science of Fictions atau Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah. Sejak membaca alur cerita yang ditulis dan disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, Asmara langsung menerima tawaran tersebut tanpa pikir panjang.

    "Tentu aja aku excited banget langsung senang banget ditawari untuk casting film The Science of Fictions langsung diberangkatin ke Jogja untuk casting, ketemu Mas Anggi, ngobrol," kata Asmara dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 11 Desember 2020.

    The Science of Fictions dimulai kisahnya pada 1960-an, di Gumuk Pasir Parangkusumo, Yogyakarta, Siman (Gunawan Maryanto) melihat proses syuting pendaratan manusia di bulan oleh kru asing. Dia tertangkap penjaga dan dipotong lidahnya. Selama puluhan tahun, Siman bergerak pelan menirukan gerakan astronot di luar angkasa untuk membuktikan kebenaran pengalamannya. Siman dianggap gila.

    "Aku ngerasa sangat deg-degan karena bagian Nadiyah (nama karakternya dalam film) yang bisa melambangkan mungkin sisi Siman di saat dia lepas dari karakter astronotnya karena saat sedang melakukan transaksi seksual kan sebetulnya kita tidak bisa mengontrol tubuh kita atau hormon kita untuk tetap bergerak pelan," kata Asmara.

    Perempuan 28 tahun itu mengaku senang bisa beradu akting dengan Gunawan Maryanto, peraih Piala Citra untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2020. "Pengalaman yang sangat menyenangkan, belajar banyak, sangat nyaman juga," kata Asmara.

    Adapun tantangan yang dialami Asmara khususnya saat menggunakan Bahasa Jawa. "Memang belum bisa, kayaknya harus ke Bantul latihan sama Mas Gun setahun, supaya di project-project berikutnya lebih natural," kata Asmara.

    Film produksi Angka Fortuna Sinema, Kawan Kawan Media, dan Limaenam Films ini mulai tayang di bioskop nasional mulai Kamis, 10 Desember 2020. Selain Asmara Abigail dan Gunawan Maryanto, film yang tayang perdana di Locarno Film Festival 2019 Swiss ini juga diperankan oleh Ecky Lamoh, Yudi Ahmad Tajudin, Lukman Sardi, Rusini, Alex Suhendra, dan Marissa Anita.

    MARVELA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.