Unggah Pernyataan Dokter Antivaksin, Tara Basro Akui Blunder

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tara Basro melakukan pemotretan post-wedding. Instagram.com/@tarabasro

    Tara Basro melakukan pemotretan post-wedding. Instagram.com/@tarabasro

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Tara Basro kembali menjadi sorotan pada Selasa, 1 September 2020. Penyebabnya, ia mengunggah pernyataan dokter yang dikenal antivaksin, Sherri Tenpenny dan Ali Beck di akun media sosialnya.  

    Semula, ia mengunggah di Instagram Storynya gambar masker yang menjadi kampanye pencegahan penularan covid-19. Di situ tertulis, orang yang kesulitan mengenakan masker adalah korban trauma kekerasan seksual, penderita asma, dan orang dengan kebutuhan khusus seperti autistik. 

    "Jangan jadi budak masker. Tetap di jalurmu sendiri. Mestinya kamu sendiri yang melindungi dirimu," demikian bunyi tulisan yang ia unggah. 

    Istri Daniel Adnan ini selanjutnya mengunggah cuitan Ali Zeck. "Teman-teman, kita punya masalah serius dan itu bukan Covid. Apa yang terjadi adalah sistem vaksin jahat dan rakus serta perusahaan farmasi besar yang menggunakan rasa takut terhadap virus untuk merekayasa orang disuntik dengan bahan kimia neurotoxic berbahaya yang bisa mengikis kesehatan mereka."

    Tara Basro bersama suaminya Daniel Adnan. Foto: Instagram

    Unggahan masker membuat Tara menuai reaksi para pengguna Twitter. "Menurut gue pakai masker di ruang publik sudah mandatory selama masa pandemi ini, gak ada alasan atau pemakluman lagi. Kalau gak mau pakai masker ya jangan ke ruang publik," cuit @the_bakajin. 

    Pengguna Twitter lainnya menanggapi unggahan Tara saat mempromosikan Tepenny dan Ali Beck itu. "Tara Basro nih kebiasaan gak baca apah ya? Dr. Teripenny dan Ali Beck itu aktivis antivaksin, situ promosilan pula. Paling rajin asumsi sendiri serah lo deh," tulis @shakarapandhiga. 

    Semula, Tara masih mempertahankan unggahannya saat dipertanyakan pengguna Twitter. Tapi setelah beberapa netizen memberikan pemahaman kepadanya, ia menghapus sebagian cuitannya itu. Ia masih menyisakan beberapa cuitannya. 

    "Gue gak pernah bilang Covid itu gak nyata, nggak pernah. Yang terpaksa keluar rumah tetap ikutin protokol. Yang keluar buat hura-hura doang coba pikir-pikir lagi deh. Emang gampang harus kerja terus deg-degan setiap saat? Tahu ada keluarga di rumah yang rentan. Semua sekarang ngerasain hal yang sama," cuitnya pada Senin siang, 1 September 2020. 

    Selanjutnya, ia mengatakan, soal vaksin, ia masih mempertanyakan keefektifannya menyembuhkan dan mencegah covid. "Gue kayak kalian gak ada latar bselakang, tapi kalaupun akan ada vaksin, ya harus tahu dulu dong efektif apa enggak, ada efek samping apa nggak? Wajar kan," cuitnya. 

    Ia pun mengucapkan terima kasih sudah di-mention para pengguna Twitter. "Seru banget hari ini, maaf ya teman-teman kalau aku blunder repost gak ceki-ceki #tarajugamanusia." 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.