Bahas Pilpres AS, Meghan Markle Diminta Copot Gelar Duchess of Sussex

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meghan Markle dalam konferensi The 19th. Youtube

    Meghan Markle dalam konferensi The 19th. Youtube

    TEMPO.CO, Jakarta -Meghan Markle ikut berpartisipasi dalam acara pendaftaran pemungutan suara virtual untuk organisasi non-partisan Michelle Obama When We All Vote pada Jumat, 21 Agustus 2020. Keikutsertaan istri Pangeran Harry itu rupanya memancing kehebohan di media sosial.

    Dalam partisipasinya di acara itu, Meghan Markle berbicara tentang upaya penindasan pemilih. "Ada banyak alasan yang dibutuhkan untuk kalian keluar dan mendukung satu sama lain, bahwa hal ini layak untuk diperjuangkan. Kita harus menyuarakan pilihan tersebut agar terdengar," katanya.

    Banyak warganet dan sejumlah pihak menyerukan agar Meghan Markle mencopot gelarnya sebagai "Duchess of Sussex" karena dianggap melanggar protokol Kerajaan Inggris. Partisipasi Markle jadi perhatian karena anggota keluarga kerajaan Inggris diharapkan untuk tidak membahas politik, meskipun aturan tersebut mungkin tidak berlaku sejak Markle dan Pangeran Harry mundur dari tugas kerajaan mereka pada Januari, dan tidak lagi mewakili Ratu Elizabeth secara resmi.

    Jurnalis Piers Morgan dan Anggota Majelis Konservatif London David Kurten mengunggah cuitan yang berisi seruan agar Markle dan Pangeran Harry harus kehilangan gelar Sussex mereka. Hal serupa juga dikatakan oleh pengamat kerajaan Inggris sekaligus kolumnis Julia Hartley-Brewer yang mencuit Markle telah melanggar "kontrak kerja" sebagai bangsawan Inggris.

    "Ratu harus mencopot gelar pasangan Sussex. Mereka tidak bisa menjadi bangsawan Inggris namun tetap menyuarakan pemilihan umum di luar negeri dengan frontal dan partisan," cuit Morgan.Pangeran Harry menggandeng istrinya, Duchess of Sussex Meghan Markle saat menghadiri Commonwealth Service di London, Inggris, 8 Maret 2020. Keduanya tinggal di Kanada selama kurang lebih dua bulan setelah membuat pengumuman mengejutkan terkait pengunduran diri dari Kerajaan Inggris. REUTERS/Henry Nicholls

    Forbes melaporkan bahwa beberapa warganet mendukung tindakan Markle karena dianggap berani mengambil sikap, termasuk komentator kerajaan Kate Williams. Ia mencatat bahwa bangsawan lain juga pernah membahas pemilu dan masalah politik tanpa menjadikan tindakan mereka sebagai "skandal yang mengerikan". Selain itu pembawa podcast Natasha Devon mengatakan kritik terhadap Mghean Markle itu sama sekali tidak proporsional.

    Meskipun Meghan Markle tidak mengatakan siapa yang dia pilih dalam Pemilu AS, dia mengatakan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan banyak yang "dipertaruhkan". Ia kemudian meminta warga AS untuk memobilisasi dan memberikan suara mereka untuk menciptakan "perubahan yang pantas dan dibutuhkan".


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.