Permintaan Maaf Taeyong Dinilai Tak Tulus, Dispatch Ungkap Fakta

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taeyong NCT. Instagram

    Taeyong NCT. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus yang menimpa Taeyong NCT diungkap faktanya kembali oleh Dispatch, media lokal di Korea Selatan, yang biasa menguak skandal atau hal yang dirahasiakan kaum pesohor. Taeyong dikatakan pernah membully teman-temannya saat di bangku sekolah dulu pada 2009.

    Sepuluh tahun kemudian Taeyong meminta maaf kepada korban yang disebut A. Permintaan maaf itu juga sudah diterima oleh A yang dilanjutkan dengan menandatangani surat pernyataan bahwa permasalahan itu sudah selesai.

    Namun salah satu informan, sebut saja B tiba-tiba muncul di awal Juni 2020 dan mengatakan kalau Taeyong tidak meminta maaf secara tulus. B menuduh Taeyong dengan mengunggah pesan KakaoTalk yang memperlihatkan bahwa A merasa permintaan maaf Taeyong tidak tulus.

    Dilansir dari Allkpop, pada Rabu, 24 Juni 2020, Dispatch menyatakan kalau pesan melalui KakaoTalk yang tersebar itu merupakan hasil editan. Dispatch mengklaim B sudah mengubah isi pesan tersebut. Dispatch akhirnya menunjukkan pesan yang sesungguhnya antara A dengan Taeyong pada 11 Oktober 2019.

    "Aku benar-benar minta maaf lagi dan mari kita tetap berhubungan. Mungkin akan sedikit sulit bagiku untuk tetap berhubungan, dan aku mungkin juga tidak bisa langsung merespon, tetapi jika kamu bisa mengerti dan mendukungku ! Terima kasih!" tulis Taeyong kepada A.

    Taeyong NCT. Instagram

    Keesokan harinya, A mengirimkan pesan kepada Taeyong, "Hal terakhir, saya mengkhawatirkan kesehatan kamu, jadi tolong jangan sampai terluka dan jika kamu terluka, pergi ke rumah sakit!". Taeyong pun membalasnya dan mengucapkan terima kasih karena telah memperhatikan dan mendukungnya. A kemudian menyatakan keinginannya untuk tetap berteman dengan Taeyong seperti dulu dan tetap berkomunikasi. Namun A tidak memaksakannya jika Taeyong merasa keberatan atau tidak nyaman.

    "Saya tidak ingin itu menjadi tidak nyaman atau semacamnya sama sekali. Satu-satunya hal adalah bahwa saya mungkin tidak dapat menghubungi kamu sesering itu dan saya mungkin tidak dapat merespons dengan cepat karena pekerjaan saya. Tapi saya pikir kamu akan mengerti semua itu! Lain kali jika kamu bisa melakukannya, saya akan melihat kamu di konser kami. Hati-hati!" balas Taeyong.

    Kemudian pada 28 Oktober 2019, A kembali mengirimkan pesan, menanyakan kabar Taeyong. Ia juga menyampaikan jika ada pihak yang mengatakan permintaan maaf Taeyong tidak tulus, maka ia tidak percaya. "Saya selalu percaya bahwa ketika kamu meminta maaf dengan kepala tertunduk, itu benar-benar tulus," tulis A.

    15 Mei 2020, Taeyong menyapa A kembali melalui KakaoTalk. Taeyong ingin mengundang A untuk hadir di konsernya, namun karena pandemi konser tersebut harus dibatalkan sehingga sebagai gantinya konser digelar secara daring pada Minggu, 17 Mei 2020.

    "Saya sedih karena saya tidak bisa mengundang kamu ke konser langsung kami. Jika kamu masuk ke 'V Live' ada tempat di mana kamu dapat memasukkan kode ini [untuk konser online NCT]. Ini pukul 3 sore jadi jika kamu punya waktu, tonton saja," tulis Taeyong. A pun terlihat sangat bersemangat dan berharap konser daring NCT itu berjalan lancar.

    Selama pertemuan pribadinya dengan A pada tahun lalu, A meminta agar Taeyong melakukan pekerjaan sukarelawan untuk menebus kesalahannya. Informan B menuduh Taeyong gagal memenuhi persyaratan ini. Dispatch membeberkan bukti bahwa Taeyong memenuhi permintaan A untuk menebus kesalahan di masa lalunya.

    Dari catatan Dispatch, Taeyong sudah melakukan kegiatan sukarelawan dan memberikan sumbangan sejak 2016 termasuk menjadi sukarelawan di dapur makanan, di sebuah sekolah multi-budaya, di pusat-pusat reformasi masyarakat, dan lainnya. Pada April 2016, Taeyong memberikan dana beasiswa atas namanya di sekolah multi-budaya di mana ia dan NCT telah menjadi sukarelawan selama beberapa tahun. Setiap bulan, Taeyong menyumbangkan sekitar 1 juta KRW atau sekitar Rp 11,7 juta untuk digunakan untuk dana beasiswa Taeyong, berjumlah sekitar 50 juta KRW atau Rp 589 juta yang diberikan untuk beasiswa siswa dalam 4 tahun terakhir.

    Sementara itu, SM Entertainment juga telah mengumumkan akan menindaklanjuti dan membawa B ke jalur hukum atas serangan komentar jahat dan rumor yang melibatkan Taeyong NCT.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.