Romantika Penyiar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif: Ada perbedaan antara penyiar radio dulu dan sekarang. "Penyiar radio sekarang enak, teknologi makin canggih, tinggal pencet ini-itu langsung jadi. Berbeda dengan zaman saya," kata Ida Arimurti, 42 tahun, saat meluncurkan buku 25 Tahun Berkarier di Radio beberapa waktu lalu di Jakarta.

    Penyiar radio yang pernah berjaya pada 1980-an ini menuturkan, keterbatasan teknologi membuatnya mesti berpikir kreatif. Ia menilai pekerjaan penyiar radio sekarang lebih terfokus karena teknologi serba canggih. "Dulu, ya, jadi penyiar, sebagai DJ musik juga, menyiapkan alat, pokoknya ada segudang pekerjaan kreatif," ia memaparkan.

    Karena itulah ibu Kevin Putra Aridharma ini ingin berbagi ilmu. "Buku ini romantika karier saya, merekam banyak cerita suka-dukanya," kata Ida, yang kini memandu acara Zona 80 di sebuah stasiun televisi swasta. Dia bersyukur profesi penyiar radio kini jadi kebanggaan. "Buktinya, profesi ini makin diminati, mulai dari anak-anak, remaja, sampai dewasa. Belum lagi mereka muda-muda dan hebat," ujarnya dengan penuh kekaguman. Cuma, ia berpesan, agar para penyiar radio ini tetap eksis, harus lebih kreatif dengan mengasah diri dan kemampuan. Jangan gara-gara terbius fasilitas teknologi, idenya tumpul! 

    Hadriani P


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.