Veronica Tan: Cinta itu Memberi

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • President Commisioner LoveCare Veronica Tan usai ditemui di acara peluncuran aplikasi homecare LoveCare di Jakarta, Kamis 30 Januari 2020 (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    President Commisioner LoveCare Veronica Tan usai ditemui di acara peluncuran aplikasi homecare LoveCare di Jakarta, Kamis 30 Januari 2020 (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    TEMPO.CO, JakartaVeronica Tan mengartikan cinta sebagai sesuatu yang membuat kita banyak memberi. Hal ini diungkapnya ketika menjadi tamu di YouTube channel Her World Indonesia pada Jumat, 14 Februari 2020.

    "Kalau yang paling gampang langsung keluar, memberi. Kalau mengharapkan repot," kata Veronica. Menurut mantan istri Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ini jika cinta menjadi sesuatu yang diharapkan akan menimbulkan kekecewaan pada diri sendiri. "Kalau pengharapan gak tercapai jadinya kecewa kenanya kita lagi. Haduh kitanya yang harus mengendalikan kecewanya, ya udah daripada pusing memberi aja deh," kata Veronica.

    Menurut Veronica, mendefinisikan bahwa cinta itu memberi tanpa mengharapkan kembali karena pengalaman yang sudah dilaluinya selama ini. Ia mengaku pengalaman yang telah dilalui dijadikan sebagai pembelajaran. "Kalau dulu saya lihatnya mungkin lebih bertambah, orang bilang semakin bertambahnya umur semakin bijak sebenarnya, dan juga tentu dari pengalaman-pengalaman, kita menganggap pengalaman itu sebagai pembelajaran," katanya

    Ibu tiga anak ini selalu menganggap semua pengalaman baik atau buruk adalah suatu yang positif sehingga akan membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. "Kita berpikir positif atau kita menganggap pengalaman jelek, terus kita gak mau. Artinya putar baliknya itu, kalau kita dapat pengalaman yang mungkin ada pengalaman baik ada pengalaman yang gak baik, kita positifkan. Artinya kita jadi belajar bertumbuh," kata Veronica.

    Veronica Tan. instagram.com/veronicatan_official

    Perempuan kelahiran 4 Desember 1977 ini mengaku beruntung memilki keluarga dan sahabat yang selalu mendukungnya setiap saat. Tapi yang terpenting dari diri sendiri, yang harus berusaha melihat setiap ujian sebagai pembelajaran. "Sistem pendukung penting, tentu dari diri kita juga harus menganggap ini ujian, pembelajaran. Kita harus belajar lebih baik. Kalau ada kesalahan, kita tidak mengulang kesalahan, tapi menjadikan sebuah pelajaran dan yang paling penting adalah tidak pernah menyerah , cari solusi," kata Veronica.

    Hal tersebut juga diterapkan kepada anak-anaknya. Sehingga jika terjadi masalah tidak perlu berlarut-larut dan harus segera mencari jalan keluar. Veronica mengaku bukan tipe perempuan yang suka mencurahkan isi hatinya kepada orang lain. Namun jika diminta untuk mencari solusi, ibunda Nicholas Sean Purnama ini tidak pernah menolak.

    "Saya gak suka curhat, saya orangnya pendiam. Saya gak suka kalau ada orang bicara 'nana-nini'. Saya gak mau campur, atau apa. Kalau misalnya diminta nasihat atau apa, ayo kita cari solusinya. Tapi kalau bicara sana-sini, saya gak, bukan tipikal. Terus kalau ada apa-apa, kalau memang saya butuh, misalnya ke teman, saya akan bilang 'kira-kira seperti ini ada solusinya gak?'," kata Veronica.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.