Sebab Film Biopik Susi Susanti Pakai Kata Love All

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti dan Alan Budikusuma berfoto bersama para pemain film Susi Susanti Love All saat peluncuran official trailernya di XXI Metropole Cinema, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti dan Alan Budikusuma berfoto bersama para pemain film Susi Susanti Love All saat peluncuran official trailernya di XXI Metropole Cinema, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Film biopik Susi Susanti akan tayang di bioskop pada 24 Oktober 2019. Film ini mengangkat kisah perjuangan Susi saat memenangkan pertandingan bulu tangkis di Olimpiade Barcelona pada 1992.

    Kendati menceritakan tentang seseorang, film ini menggunakan kata Love All pada judul. Apa maksud dari Love All pada film Susi Susanti Love All?

    Susy Susanti menjelaskan slogan Love All pada film tersebut memiliki makna yang begitu luas. Istiah ini dipakai sebelum pertandingan dimulai. "Love All dapat diartikan sebagai cinta bangsa, keluarga, dan bulu tangkis," kata Susy Susanti dalam konfresi pers peluncuran trailer film Susi Susanti Love All di Metropole XXI, Jakarta, Rabu, 18 September 2019.

    Susi Susanti.

    Dalam cuplikan film yang baru diluncurkan, tampak adegan saat Susi Susanti dengan lantang mengakui dirinya adalah Indonesia. Kala itu, Susi diwawancara oleh salah satu stasiun televisi internasional CNN yang menanyakan perihal kewarganegaan. Musababnya, diketahui Susi adalah atlet keturunan Tionghoa.

    "Memang wawancara dengan CNN itu benar, saya diundang ke kantornya. Saat itu kerusuhan sedang terjadi di Indonesia, berbarengan dengan Thomas Cup," kata Susy Susanti. "Apapun yang terjadi di Indonesia, itu negara saya. Dan saya Indonesia."

    Rasa nasionalisme ini pula yang membuat film Susi Susanti Love All ditayangkan berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober. "Ini merupakan momentum, di mana kita bersumpah untuk satu Indonesia, tanpa bedakan etnis apapun. Kita satu, Indonesia," ujar Susy Susanti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.