Selasa, 24 September 2019

Babe Cabita Jadi Juri Audisi Stand Up Comedy Digital di Jogja

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stand Up Comedian Ernest Prakasa tampil menghibur penonton yang menyaksikan panggung Tujuh Hari Untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara, Jakarta,  19 Juli 2014. Pagelaran ini menampilkan tujuh Stand Up Comedy diantaranya Arie Kriting, Soleh Solihun, dan Mongol Stres. TEMPO/Nurdiansah

    Stand Up Comedian Ernest Prakasa tampil menghibur penonton yang menyaksikan panggung Tujuh Hari Untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara, Jakarta, 19 Juli 2014. Pagelaran ini menampilkan tujuh Stand Up Comedy diantaranya Arie Kriting, Soleh Solihun, dan Mongol Stres. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Yogyakarta -  Audisi stand up comedy digital Babe Cabita sebagai jurinya. Audisi kompetisi ini digelaryang digelar di Makassar, Yogyakarta, Medan dan Jakarta. Ia akan didampingi juri dari komika lokal yang berasal dari tiap-tiap kota.

    Juri pendamping ini untuk menjembatani penggunaan bahasa daerah oleh peserta. Kompetisi yang bertajuk Stand Up Battle Indonesia 2019 tersebut digelar atas kerja sama aplikasi video streaming HOOQ, MAXstream dari Telkomsel, dan grup teknologi komunikasi Singtel.

    “Untuk Yogyakarta didampingi komika Hifzi Khoir dan di Medan didampingi Oki Rengga,” kata Video and Music Brand Communications Telkomsel Jakarta Arby Yusran Yasin dalam konferensi pers di Silol Café & Eatery Yogyakarta, Selasa, 27 Agustus 2019.

    Audisi pertama sudah digelar di Gedung Phinisi Universitas Makassar pada 25 Agustus 2019 lalu. Sedangkan audisi kedua akan digelar di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri (PKKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta besok, 28 Agustus 2019. Kemudian akan dilanjutkan di Medan dan terakhir di Jakarta.

    Sejak dibuka pendaftaran sebulan lalu telah ada sekitar 2.200 pendaftar di empat kota. Jumlah pendaftar terbanyak ada di Jakarta sekitar 800 orang dan di Yogyakarta ada 400 orang. Nanti akan dipilih 15 komika yang bertanding dalam proses eliminasi hingga grand final.

    “Dan audisinya bisa secara offline atau pun online,” kata Yusran.

    Peserta yang mengikuti audisi offline akan datang ke lokasi dan tampil di hadapan juri selama 1-3 menit. Sedangkan audisi online dilakukan dengan mengirimkan rekaman tampilannya di video dalam durasi satu menit melalui akun instagram dengan tagar StandUpBattleIndonesia.

    “Mayoritas memilih mengikuti audisi offline karena ingin ketemu langsung dengan dewan jurinya,” kata Yusran.

    Head of Marketing HOOQ Indonesia, Hera Laxmi Devi Septiani menambahkan Stand Up Battle Indonesia 2019 tersebut baru pertama kali digelar. Yang membedakan kompetisi stand up comedy ini dengan yang digelar pihak lain adalah ada proses pendampingan terhadap 15 peserta terpilih yang dilakukan para tentor dari komika terkenal seperti Cak Lontong, Babe Cabita, dan Awwe. Lantaran kompetisi tersebut tidak sekedar untuk melahirkan komika-komika baru. Namun juga diharapkan dapat melahirkan komika yang multitalenta.

    “Tidak sekedar menjadi komika. Tapi juga punya talenta lain seperti menjadi sutradara film, penulis, penulis skenario,” kata Hera.

    Selain itu, penampilan mereka akan ditayangkan melalui aplikasi HOOQ dan MAXstream yang bekerja sama dengan Singtel dalam 23 episode mulai 21 September 2019. Dalam sepekan akan ditayangkan dua episode dengan durasi 30-40 menit tiap episodenya.

    “Bisa dibilang ini event pertama untuk platform digital di Indonesia. Kalau dulu ada audisi menyanyi lewat handphone, sekarang stand up comedy,” kata Manager Branch Telkomsel Yogyakarta Nur Hidayat Dwi Santosa.

    Pemilihan penayangan stand up comedy melalui platform digital, mereka mengklaim karena genre komedi paling banyak ditonton. Hera menambahkan, untuk konten aplikasi HOOQ yang paling banyak diminati adalah drama romantis, kemudian komedi dan horor.

    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.