Kasus Seungri, Polisi Korea Selatan Libatkan FBI

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seungri, mantan anggota boybanda Big Bang saat tiba di Kantor Polisi Metropolitan Seoul, Korea Selatan, 14 Maret 2019. Seungri, personel termuda BIGBANG telah terlibat pada beberapa kasus yang kontroversial sejak awal Maret 2019. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Seungri, mantan anggota boybanda Big Bang saat tiba di Kantor Polisi Metropolitan Seoul, Korea Selatan, 14 Maret 2019. Seungri, personel termuda BIGBANG telah terlibat pada beberapa kasus yang kontroversial sejak awal Maret 2019. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Jakarta -  Polisi Korea Selatan telah mengamankan dokumen yang mengkonfirmasi kegiatan ilegal Seungri  dan Yang Hyun Suk di luar negeri. Mereka meminta bantuan dari Federal Bureau of Investigation (FBI) dan mendapatkan ebih dari 500 dokumen yang membuktikan Yang Hyun Suk dan Seungri secara ilegal berjudi di Las Vegas dan Yang Hyun Suk melakukan transaksi pertukaran mata uang asing ilegal.

    Berdasarkan data FBI, Yang Hyun Suk kehilangan masing-masing sekitar 600 juta won dan 1,3 miliar won, karena berjudi di Las Vegas. Yang Hyun Suk mengunjungi ruang VIP kasino di MGM Grand Hotel di Las Vegas pada Oktober 2017 dan Februari 2018. Maestro musik Korea Selatan ini diduga memperoleh dana perjudian melalui "fund manager" di Amerika Serikat.

    Polisi percaya bahwa setiap kali Yang pergi ke AS, ia tinggal selama sekitar satu minggu di sana dan akan pergi ke kasino setiap kali. Seorang karyawan dari departemen pemasaran kasino mengonfirmasi kepada polisi Korea atas permintaan FBI bahwa Yang Hyun Suk mengunjungi kasino itu beberapa kali.

    Karyawan tersebut juga mengatakan kepada polisi, bahwa Seungri diduga kehilangan lebih dari 1,3 miliar won judi di kasino hotel yang sama beberapa kali. Atas keterangan tersebut, polisi mencari kemungkinan Yang Hyun Suk dan Seungri mungkin terlibat dalam kegiatan perjudian ilegal besar-besaran di negara-negara lain di samping Las Vegas.

    Sebelumnya, pendiri YG Entertaiment, Yang Hyun Suk resmi ditetapkan menjadi tersangka penyedia layanan prostitusi. Ia diduga melakukan tindak kriminalitas dengan menjadi mediator layanan seksual ke sejumlah pengusaha pada September 2014. "Kami telah menganalisis berbagai laporan dan data yang menunjukkan dugaan itu," kata sumber di kepolisian seperti dikutip dari Soompi.

    Selain laporan dan pengakuan sejumah saksi yang telah diperiksa dalam kasus ini, polisi juga berpegang pada data keuangan alias transaksi yang terjadi di rekening Yang Hyun Suk. Polisi telah menelisik laporan pengeluaran Yang Hyun Suk dan anggota YG Entertaiment pada September 2014.

    Dalam laporan tersebut, polisi menemukan bukti pengeluaran untuk layanan pekerja seks komersial. Ada pula pengakuan beberapa orang penyedia jasa prostitusi yang ikut dalam perjalanan ke Eropa bersama Yang Hyun Suk dan rekan bisnisnya pada Oktober 2014.

    Yang Hyun Suk pernah diperiksa terkait kasus ini pada 26 Juni 2019 lalu. Saat itu, dia diperiksa petugas kepolisian selama sembilan jam. Seusai diperiksa, Yang Hyun Suk membantah semua tuduhan tersebut. Yang Hyun Suk menjelaskan pada September - Oktober 2014 dia sering melakukan pertemuan dengan produser terkenal.

    ALLKPOP|SOOMPI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.