Medali Ramon Magsaysay Gus Dur Ditemukan di Pasar Loak

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alissa Wahid. Dok.TEMPO

    Alissa Wahid. Dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Di hari ulang tahunnya, Allisa Wahid menerima penghargaan Ramon Magsaysay milik Gus Dur yang sempat hilang. Medali tersebut diterimanya saat hadir di acara halal bihalal yang digelar Gusdurian Jatim di Surabaya.

    Kabar tersebut diketahui dari status Facebook yang dibagikan beberapa pihak di media sosial.

    Medali diberikan kepada Allisa oleh Ketua Inti (Indonesia Tionghoa) Jatim, Gatot. "Saya dapat dari teman yang membelinya dari pasar loak (barang bekas) di Surabaya," ujar Gatot dikutip dari status milik Imam Syafii di laman akun Facebooknya.

    Allisa terharu melihat medali yang sempat hilang itu. Gus Dur menerima medali tersebut di Filipina pada 1991. Gus Dur menerima Ramon Magsaysay Award untuk katagori Community Leadership. Saat itu Allisa kebetulan sempat mengantar sang ayah saat menerima penghargaan itu. Allisa pun tak tahu pasti bagaimana ceritanya medali milik ayahnya itu bisa sampai di tukang loak.

    Selain Penghargaan Ramon Magsaysay, Gus Dur juga pernah menerima berbagai penghargaan di antaranya Honorary Degree in Public Administration and Policy Issues from the University of Twente, tahun 2000, Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, tahun 2000, Doctor Honoris Causa dalam bidang Philosophy In Law dari Universitas Thammasat Thaprachan Bangkok, Thailand, Mei 2000, Doctor Honoris Causa dari Universitas Paris I (Panthéon-Sorbonne) pada bidang ilmu hukum dan politik, ilmu ekonomi dan manajemen, dan ilmu humaniora, tahun 2000, Penghargaan Kepemimpinan Global (The Global Leadership Award) dari Columbia University September 2000, Doctor Honoris Causa dari Asian Institute of Technology, Thailand, tahun 2000, Ambassador for Peace, salah satu badan PBB, tahun 2001, Medals of Valor, sebuah penghargaan bagi personal yang gigih memperjuangkan pluralisme dan multikulturalisme, diberikan oleh Simon Wieshenthal Center (yayasan yang bergerak di bidang penegakan HAM dan toleransi antarumat beragama), New York, 5 Maret 2009, dan sejumlah penghargaan lainnya.

    Baca juga: Haul Gus Dur, Alissa Wahid: Agama Bisa Jadi Alat Opresi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.