Song Joong Ki - Song Hye Kyo Cerai, Produk Sponsor Turut Disorot

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Song Hye Kyo. Instagram/@kyo1122

    Song Hye Kyo. Instagram/@kyo1122

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa merek perusahaan turut menjadi sorotan terkait kabar gugatan cerai Song Joong Ki terhadap Song Hye Kyo. Menurut outlet berita Kukmin Ilbo, industri periklanan saat ini berurusan dengan rumor perceraian Song Song Couple tersebut.

    "Dari perspektif perusahaan yang menghargai citra merek, mereka berada dalam situasi di mana mereka harus dengan cepat mengganti model periklanan mereka," kata sebuah sumber industri periklanan dilansir dari Soompi, Kamis 27 Juni 2019.

    Outlet berita melaporkan bahwa Dyson, merek alat rumah tangga yang menggunakan Song Hye Kyo sebagai model, saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengedit iklan yang dijadwalkan untuk bulan depan atau mencari model lain melalui agen periklanan.

    Seorang sumber dari merek kosmetik Amore Pacific, yang telah bekerja dengan Song Hye Kyo sejak 2001, menyatakan tidak mempertimbangkan perubahan seperti penggantian model karena kabar perceraian tersebut. "Kami tidak dalam posisi untuk mengatakan apa pun karena berkaitan dengan kehidupan pribadi (Song Hye Kyo)."

    Pernyataan tambahan yang dibuat Amore Pacific dan Dyson, mengungkapkan bahwa tidak ada (klausul) tentang masalah pribadi dalam kontrak mereka. SueComma Bonnie juga menyatakan, "Masih ada waktu tersisa dalam kontrak, tetapi kami belum memutuskan apa pun sehubungan dengan penyesuaian kontrak."

    Sedangkan perusahaan lain, termasuk ICIS merek air minum dalam kemasan, belum mengeluarkan pernyataan resmi. Song Hye Kyo saat ini bekerja sebagai model periklanan untuk sejumlah merek, termasuk Dyson, Amore Pacific, merek kacamata hitam Vedi Vero, dan ICIS.

    Baca juga: Kebersamaan Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Sebelum Putuskan Cerai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.