Saat Boyzone Tutup Bab Sebagai Boyband

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boyzone menutup lembaran perjalanan sebagai boyband sejak era 90-an lewat konser perpisahan yang digelar sepanjang 2019. Indonesia jadi negara pertama di Asia yang mereka kunjungi (Fullcolour Entertainment)

    Boyzone menutup lembaran perjalanan sebagai boyband sejak era 90-an lewat konser perpisahan yang digelar sepanjang 2019. Indonesia jadi negara pertama di Asia yang mereka kunjungi (Fullcolour Entertainment)

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat tahun setelah menggelar konser reuninya di Jakarta, Ronan Keating, Shane Lynch, Keith Duffy dan Mikey Graham menggelar konser ‘pamit’ bertajuk Boyzone Thank You and Goodnight Farewel Tour di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Ahad, 24 Maret 2019.

    Mungkin celetukan salah satu penonton semalam ada benarnya. Mengapa Boyzone meresmikan bubar setelah berkiprah selama 25 tahun. “Harusnya nama mereka sekarang Manzone.” Ya, Boyzone bukan lagi lima remaja beranjak gede belasan tahun yang sukses hadir menyuguhkan lusinan hits sampai memiliki pasukan penggemar yang menggilai mereka sampai 25 tahun lamanya.

    Ada masanya di negeri ini Boyband digilai. Kita bicara era 90-an, dua dekade dari sekarang saat Boyzone, Back Street Boys, Take That, OTT, N’Sync,  Westlife, dan beberapa kelompok lainnya hadir. Mewarnai industri musik. Tak terkecuali Indonesia.

    Boyzone. Amazon.com

    Zaman itu menikmati Boyband rasanya tak perlu malu-malu. Walaupun sudah pasti didominasi penggemar perempuan, menikmati sekelompok remaja pria menyanyikan lagu cinta beragam tema, yang dipadukan dengan harmoni suara, serta koreografi yang terkoordinasi, jadi keasyikan tersendiri.

    Tapi Bukan berarti kehadiran mereka di era itu mulus tanpa cibiran. Boyzone juga sempat mengantongi ledekan sebagai kelompok bernyanyi yang sama sekali tak bisa bermain alat musik, tidak juga menulis lagu mereka sendiri, tak ada bakat sama sekali. Dan mereka disebut tak akan punya usia karier yang panjang.

    Pernyataan itu terbantahkan sampai mereka memutuskan untuk benar-benar berpisah setelah 25 tahun bertahan dengan naik-turun di industri musik. Namun semuanya sepakat, perpisahan ini harus ditutup dengan manis. Sebuah konser perpisahan dikemas sepanjang tahun ini sebelum benar-benar resmi menutup tirai di atas panggung.

    Boyzone menutup lembaran perjalanan sebagai boyband sejak era 90-an lewat konser perpisahan yang digelar sepanjang 2019. Indonesia jadi negara pertama di Asia yang mereka kunjungi (Fullcolour Entertainment)

    Saat keempat pria asal Irlandia ini kembali hadir di Indonesia, penonton seolah lupa usia begitu lagu-lagu lawas kembali dinyanyikan. Tanpa aba-aba semua berjingkrak dan bersorak tatkala suasana arena kembali gelap dan lampu panggung menyala mengiringi lagu Who We Are sebagai pembuka. Lagu yang diambil dari album BZ20 itu cukup kuat jadi pemukul gong dimulainya konser perpisahan ini.

    “But it makes us who we are. Tonight,” petikan lirik ini kuat menandai seperti apa perjalanan boyband yang dibentuk pada 1993, kariernya langsung melesat namun sempat bubar tujuh tahun kemudian usai menggelar konser Best Of. Saat itu mereka sukses mencetak empat album yang menduduki kursi pertama. Ditambah lagi 16 hit puncaki lima teratas papan musik Inggris, enam hit menjadi nomor satu di Irlandia. Setelah itu Ronan keating dan Stephen Gately berkiprah sebagai solois.

    Delapan tahun berlalu, kelimanya kembali bersatu ditandai tur keliling Irlandia. Setahun kemudian mereka menggarap album baru. Sayangnya, di tengah proses rekaman tersebut salah satu lead vokal, Stephen Gately meninggal. Kepergian Stephen cukup menjadi pukulan keras bagi keempat kawannya. Keempat personel tersisa ini akhirnya membuat keputusan sulit agar bisa menyelesaikan rekaman album yang mereka mulai dengan Stephen. Gave it All Away, jadi single terakhir yang menampilkan vokal Stephen. Lagu tersebut menjadi hit di Irlandia dan Inggris. Album kelima, Brother—merujuk pada sosok Stephen—juga mencapai posisi terbaik di dua negara tersebut.

    Aksi Boyzone tanpa Stephen berikutnya menjadi berbeda. Bagaimana tidak, suara Stephen layaknya Ronan cukup mendominasi dan khas di banyak lagu. Sehingga di beberapa penampilan berikutnya, suara asli Stephen tetap diperdengarkan seolah turut hadir dan bernyanyi dengan empat rekannya tersebut.

    Hal tersebut juga muncul di konser semalam. Pertengahan konser terasa menjadi melankolis kala keempat personel bercerita soal bagaimana sosok Stephen di mata mereka lewat rekaman video yang ditampilkan di tiga layar. “Dia orang yang mampu menggerakkan sesuatu,” tutur Keith.

    Usai pemutaran video itu, keempatnya menyanyikan lagu Dream yang menjadi salah satu single album anyar mereka. Lagu ini sebelumnya sempat direkam oleh Stephen untuk single albumnya, Stay (2001). Boyzone membawakan lagu ini dan menyertakan suara rekaman Stephen di dalamnya. Lagu ini menurut Keith, menjadi lagu untuk mengenang mereka di era 90-an.

    Baca: Boyzone Tiba di Jakarta, Bersiap Konser Perpisahan Besok

    Di lagu berikutnya, Everyday I Love You, Boyzone menghadirkan suara Stephen bersama mereka. Seolah ia turut hadir dan bernyanyi di atas panggung. Aksi ini pernah dilakukan saat mereka menggelar konser reuni di Istora Senayan, empat tahun lalu. “Ini pertama kalinya kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun lalu. Tanpa Stephen, tapi kami percaya dia masih ada di sekitar kita. Ruh Stephen akan selalu bersama kita,” tutur Ronan.

    Usai lagu dinyanyikan, keempatnya saling berangkulan, membentuk lingkaran kecil dan menunduk seraya mengacungkan jari ke atas. Di atas panggung memang ada cahaya yang menyala sejak konser dimulai. Cahaya untuk mewakili ’spirit’ Stephen. Ronan bercerita bagaimana sosok Stephen yang ia kenal. Pria yang gemar bernyanyi di mana saja. Di mobil, pesawat. “Ia akan bernyanyi sepanjang waktu,” ujar Ronan.

    Tak hanya di Everyday I Love You suara Stephen kemudian dihadirkan. Di beberapa lagu termasuk No Matter What saat Isyana Sarasvati turut bernyanyi bersama Boyzone di atas panggung. Sebelumnya Isyana juga tampil membuka konser dengan tiga lagunya.

    Boyzone menggelar tur konser perpisahan sebelum grup tersebut bubar akhir tahun ini. Jakarta jadi tempat pertama yang mereka kunjungi di Asia (Full Color Entertaiment)

    Konser ditutup dengan lagu Pictures of You, lagu yang dirilis sebagai lagu pertama dari album studio ketiga mereka Where We Belong (1997). Lagu ini ditulis Ronan Keating, Eliot Kennedy dan Absolute. Lagu yang membuat Keating diganjar Ivor Novello Award.

    Penampilan Boyzone semalam begitu total. Sekitar dua puluhan lagu mereka nyanyikan. Lebih dari lima puluh persen lagu hit 90-an sehingga menjadi ajang karaoke massal juga bernostalgia. Meski kapasitas Tennis Indoor Senayan hanya dipenuhi tiga ribuan penonton, ucapan perpisahan dan selamat malam yang mereka kemas dalam konser semalam meninggalkan kesan tersendiri bagi para penggemarnya.

    Indonesia menjadi negara pertama yang dituju Boyzone dalam konser perpisahannya di kawasan Asia. Demikian halnya saat mereka menggelar konser reuni 2015 lalu. Apakah Indonesia begitu istimewanya bagi mereka?

    "Senang sekali bisa melihat kalian lagi. Boyzone pertama kali ke sini tahun 1995. Sejak saat itu, kami merasa punya hubungan kuat dengan kalian. Kami juga punya banyak pengalaman tak terlupakan di sini," ujar Ronan Keating.

    Berdasarkan arsip Tempo, saat konser reuni, Ronan memang masih mengenang masa di mana kedatangan mereka di tahun 1997 disambut sekitar sepuluh ribu penggemar di bandara. Sambutan yang tak diprediksi itu membuat tentara turut mengamankan kerumunan massa. "Kami sampai bersembunyi di toilet karena itu adalah satu-satunya tempat yang aman bagi kami," ujar Ronan Keating dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2015.

    Baca: Konser Perpisahan Boyzone, Diprediksikan Banjir Lagu Hits

    Kini, saat perpisahan itu diucap, tanpa ragu Ronan Keating berseloroh, “Terima kasih yang sudah menyambut kami di bandara. Setelah ini kami akan ke Hong Kong besok, siapa saja yang mau ikut bersama kami ke sana, ayo!” ujarnya tanpa perlu takut lagi dikerubungi penggemar. Setelah resmi bubar akhir tahun ini, keempatnya berharap bisa kembali ke Indonesia dalam kondisi berbeda. konser ini menjadi penutup bab perjalanan remaja yang sudah tua dan merasa tak pantas lagi disebut sebagai boyband. Terima kasih, Boyzone


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.