Banyak Dapat Gangguan, Ruben Onsu Boyong Keluarga Pindah Rumah

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruben Onsu dan Sarwendah. Tabloidbintang.com

    Ruben Onsu dan Sarwendah. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, JakartaRuben Onsu baru saja memboyong keluarganya pindah ke rumah baru. Ia sengaja merahasiakan lokasi hunian anyarnya tersebut. Ruben Onsu pindah karena rumah yang lama dirasa sudah tidak aman sejak teror pelemparan batu dan ada kejadian tak wajar.

    "Adalah (alamatnya), memang di salah satu tempat, yang memang kita enggak kasih tahu siapa pun. Teman-teman saja kalau mau ketemu di luar saja," ungkap Ruben Onsu usai mengisi acara di Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan pada Rabu, 6 Maret 2019.

    Ruben Onsu dan keluarga memutuskan pindah sejak dua bulan terakhir karena adanya banyak gangguan. "Ada beberapa hal yang enggak bisa saya ceritakan, yang membuat kami kurang aman. Jadi lebih baik saya pindah aja. (Rumah baru) memang punya saya sendiri, kebetulan biasanya saya kontrakin sama orang bule kan. Kebetulan (masa sewa) sudah habis, ya sudahlah saya bilang istri (untuk pindah)," terang Ruben Onsu.

    Ruben Onsu mengungkapkan jika ia tak ingin keluarganya berada di dalam lingkungan teror dan ancaman. 

    "Sebetulnya kalau hal mistis, masih bisa berdoa. Tapi kalau kejahatan orang, orang lihat kesempatan mereka akan kasih terus," beber Ruben Onsu.

    Kini kondisi keluarga Ruben Onsu pun mulai tenang dan makin bahagia. Sejak pindah rumah baru, Sarwendah yang dalam kondisi hamil anak kedua merasa lebih tenang.

    Baca: Ruben Onsu Diserang Teror Mistis, Mbah Mijan Tawarkan Bantuan

    "Jadi makanya Wendah juga sekarang sudah bisa tidur, enak. Saya enak deh baru bisa tidur, nyaman," ujar Ruben Onsu.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.