Kerap Perankan Sosok Kalem, Jessica Mila Ingin Peran Psikopat

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jessica Mila. TEMPO | Rini K

    Jessica Mila. TEMPO | Rini K

    TEMPO.CO, JakartaJessica Mila menjadi populer setelah bermain sinetron Ganteng Ganteng Serigala (GGS) pada tahun 2014. Belakangan Jessica Mila lebih aktif bermain film layar lebar.

    Jessica Mila kini sibuk promo film horor Mata Batin 2 yang merupakan kisah lanjutan film horor Mata Batin (2017) yang sukses meraup 1,2 juta penonton.

    Jessica Mila ingin bermain peran di berbagai genre. "Pengen genre selain horor, tapi bisa tembus box office atau mungkin film yang bisa masuk ke festival. Pengen genre romantic comedy yang ringan, tapi ceritanya bener-bener bagus dan menarik,” ujar Jessica Mila saat melakukan media visit film Mata Batin 2 ke kantor tabloidbintang.com kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini.

    Jessica Mila sering sekali memerankan karakter wanita yang melankolis. Ia mengaku ingin dapat peran yang berbeda. "Aku penasaran pengen mainin peran perempuan yang psycho. Ada masalah kejiwaan, tapi nggak kelihatan kayak orang gila yang sebenernya memiliki masalah," kata Jessica Mila.

    Jessica Mila mengaku belum pernah mendapat tawaran peran seperti itu. Sejauh ini, Jessica Mila tak pernah menolak peran yang disodorkan produser. "Belum ya. Biasanya sutradara atau produsernya menawarkan peran melihat sisi itu cocok sama aku," ucap Jessica Mila.

    Jessica Mila kerap bermain peran dalam dunia layar lebar seperti, Slank Nggak Ada Matinya The Movie (2013), Marmut Merah Jambu (2014), Surga Di Telapak Kaki Ibu (2016), Pacarku Anak Koruptor (2016), Dubsmash (2016), Koala Kumal (2016), Jones: Jomblo Ngenes (2016), From London To Bali (2017), Mata Batin (2017).

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.