Jumat, 16 November 2018

Review Film Skyscraper, Menantang Maut di Gedung 220 Lantai

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Skyscraper tayang di Indonesia mulai Rabu, 11 Juli 2018. Dalam film ini Dwayne Johnson berperan sebagai mantan anggota FBI (Skyscrapermovie)

    Skyscraper tayang di Indonesia mulai Rabu, 11 Juli 2018. Dalam film ini Dwayne Johnson berperan sebagai mantan anggota FBI (Skyscrapermovie)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dwayne The Rock Johnson merilis film keduanya di tahun 2018, Skyscraper. Setelah beraksi dengan gorila raksasa untuk Rampage, Dwayne Johnson kini menantang maut di gedung 220 lantai dalam Skyscraper.

    Skyscraper tayang di Indonesia mulai Rabu, 11 Juli 2018. Dalam film ini Dwayne Johnson berperan sebagai Will Sawyer, mantan agen FBI dengan kehidupan berbeda setelah tragedi. Tragedi menyebabkan kaki Will diamputasi sehingga tidak bisa melanjutkan pekerjaan lamanya. Will juga enggan bersentuhan dengan senjata api lagi.

    Baca: Berjumpa Dwayne Johnson, Deddy Corbuzier Belajar Cara Duduk

    Suatu hari, Will mendapat kesempatan untuk mengubah kehidupannya. Will diundang ke Hong Kong dan diminta melihat The Pearl. Ini adalah gedung pencakar langit setinggi 220 lantai milik pengusaha Zhao Min Zhi (Chin Han).

    Bagian bawah gedung terdiri dari pusat perbelanjaan. Sementara sisanya hendak dijadikan hunian. Will harus mengalisa keamanan The Pearl secara teliti sebelum bagian atasnya dibuka untuk umum.

    Skyscraper tayang di Indonesia mulai Rabu, 11 Juli 2018. Dalam film ini Dwayne Johnson berperan sebagai mantan anggota FBI (LAtimes)

    Proyek The Pearl bisa mendatangkan kesuksesan baru bagi Will. Sayang, langkahnya tidak mudah. Komplotan penjahat pimpinan Kores Botha (Rolland Moller) berniat membalas dendam kepada Zhao Min Zhi. Mereka memutuskan untuk membakar gedung tersebut. Masalah bertambah karena istri Will, yaitu Sarah (Neve Campbell) dan kedua anaknya terjebak dalam The Pearl.

    Skyscraper masih mengusung formula khas film-film Dwayne Johnson. Ceritanya sederhana dengan fokus keluarga. Kemudian adegan aksinya cenderung tak masuk di akal hingga membuat Anda tercengang. Lihat saja, bagaimana Dwayne Johnson memanjat crane agar bisa masuk ke gedung yang terbakar.

    Meski berulang, Skyscraper tetap tampil menghibur. Penyutradaraan Rawson Marshall Thurber terbilang baik dan mampu menjaga intensitas film. Hanya editing saja yang terkesan terburu-buru sehingga sempat membuat bingung.

    Dwayne Johnson juga konsisten tampil karismatik sepanjang film. Namun, bintangnya ternyata kalah terang dengan Neve Campbell. Aktris yang terkenal pada era 90-an ini sukses membayar penantian panjang publik. Neve Campbell mampu tampil garang ketika melawan penjahat. Di sisi lain, kelembutannya terlihat kala menjadi istri dan ibu.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.