Senin, 22 Oktober 2018

Sekuel Dilan 1990 Segera Digarap, Menggabungkan Dua Novel

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iqbaal Ramadhan di film Dilan 1990. Instagram

    Iqbaal Ramadhan di film Dilan 1990. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta -Ada dua strategi yang diterapkan rumah produksi Max Pictures dan Falcon Pictures setelah film Dilan 1990 meledak awal tahun ini. Pertama, merilis DVD film Dilan 1990 bekerja sama dengan restoran cepat saji KFC.

    Baca:
    10 Film Terlaris 2018, Dilan 1990 Masih di Posisi Puncak

    Steffi Zamora Jawab Kabar Dampingi Iqbaal Ramadan di Dilan 1991

    Produser Max Pictures, Ody Mulya Hidayat menyebut perilisan DVD Dilan 1990 kemasan ekonomis salah satu cara memerangi pembajakan. Ia berharap masyarakat melihat niat baik ini dan kembali membeli DVD asli. Kedua, menyiapkan sekuel.

    "Saya menyegerakan proyek sekuel Dilan 1990 mengingat Iqbaal Ramadhan punya banyak kegiatan," kata Ody Mulya Hidayat kepada tabloidbintang.com di Jakarta, pekan ini.Iqbaal Ramadhan menyanyikan lagu berjudul Rindu Sendiri yang merupakan soundtrack film Dilan 1990 saat peluncuran DVD film itu di KFC Resto dan Cafe, Kemang, Jakarta, Senin, 11 Juni 2018. TEMPO/Nurdiansah

    Beredar isu yang menyebut sekuel Dilan 1990 nantinya dipecah menjadi dua bagian. Ini mengingatkan kita pada film Comic 8: Casino King, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss!, dan Benyamin Biang Kerok. Ody membantah isu tersebut.

    "Bukan (dipecah menjadi) part 1 dan 2, melainkan langsung syuting Dilan kedua dan ketiga. Dua sekuel dari novel kedua dan ketiga, bukan Dilan 1991 dipecah jadi dua film. Itu salah," kata Ody meluruskan.

    Ia menambahkan, sejauh ini sekuel Dilan 1990 sudah rampung 50 persen. "Targetnya Agustus nanti naskah sudah tuntas, tidak ada revisi lagi. Desember, kami mulai syuting," ujarnya.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.