Tembi Rumah Budaya Yogya Luncurkan Antologi Puisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman dari Yogyakarta, Arahmaini membawakan musikalisasi berbagai puisi di Taman Srawung Seni Segara Gunung di panggung Aksobya, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (27/04/2012). TEMPO/Suryo Wibowo

    Seniman dari Yogyakarta, Arahmaini membawakan musikalisasi berbagai puisi di Taman Srawung Seni Segara Gunung di panggung Aksobya, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (27/04/2012). TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dua antologi puisi atau kumpulan puisi akan diluncurkan dalam agenda Sastra Bulan Purnama ke-16 di Tembi Rumah Budaya, Kabupaten Bantul, Jumat malam 28 Desember 2012. Dua antologi tersebut merupakan buah karya penyair Slamet Riyadi Sabrawi yang berjudul Laron dan karya Ririe Rengganis yang berjudul Sekuntum Padma di Seberang Jendela.

    “Kedua antologi puisi ini lahir dari dua penyair yang berbeda generasi. Keduanya juga pernah meluncurkan karya antologi dalam acara ini sebelumnya,” kata Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro, Rabu, 26 Desember 2012.

    Slamet Riyadi Sabrawi telah menulis puisi sejak 1970-an ketika masih di Persada Studi Klub asuhan Umbu Landu Paranggi. Selain bersastra, dia adalah seorang dokter hewan yang sehari-harinya juga menjadi instruktur pendidikan jurnalis di LP3Y. Antologi puisi Laron merupakan karyanya keempat. Sedangkan Ririe Rengganis adalah seorang penyair perempuan yang mulai aktif menulis sejak 2000. Sehari-harinya dia mengajar di Universitas Negeri Surabaya.

    Beberapa penyair akan hadir untuk membacakan karya puisi kedua penyair tersebut. Mereka antara lain Landung Simatupang, Sitok Srengenge, Evi Idawati, Budhi Wiryawan, Umi Kulsum, Endah Raharjo, Lilik Zurmailis, Else Liliani, Ida Fitri, Lulu Rahardi, Octo Noor Arafat, dan Anes Prabu Sadjarwo. Pendro akan menggubah puisi Slamet Riyadi menjadi lagu.

    Dalam kata pengantar antologi puisi karya Slamet Riyadi Sabrawi, Wakil Ketua Komisi Yudisial Imam Anshori Saleh menyebutkan bahwa membaca puisi Laron tak akan menyisakan dendam, kebencian, atau kepedihan lantaran puisi-puisi itu ditulis lugas, jernih, dan mengalir. Justru yang terasa adalah suguhan kata-kata yang inspiratif dan imajinatif bagi pembacanya dalam memahami dan memaknai kehidupan.

    Sastra Bulan Purnama, menurut Ons Untoro sudah memasuki 16 kali putaran. Dalam satu tahun ada tiga kali acara peluncuran antologi puisi bagi para penyair. “Tidak hanya penyair dari Yogyakarta, tapi se-Indonesia,” kata Ons. Tembi juga rutin menggelar pementasan musik. Sesekali juga pertunjukan tari. 

    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Skuter Listrik Makin Digemari, Kecelakaan Fatal Kerap Terjadi

    Skuter listrik makin digemari. Namun di kota London, Los Angeles, dan Singapura, pengendara skuter tersebut kerap mengalami kecelakaan fata.