Gula Darah Anjlok, Waldjinah Dirawat di RS Kasih Ibu Solo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi keroncong Waljinah tampil dalam konser bertajuk Senandung Keroncong Indonesia Sundari Soekotjo 40 Tahun Berkarya di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta, 21 April 2016. Konser tersebut diiringi musik dari Dwiki Dharmawan Orchestra. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi keroncong Waljinah tampil dalam konser bertajuk Senandung Keroncong Indonesia Sundari Soekotjo 40 Tahun Berkarya di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta, 21 April 2016. Konser tersebut diiringi musik dari Dwiki Dharmawan Orchestra. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Solo - Penyanyi keroncong legendaris Waldjinah dilarikan ke rumah sakit lantaran kondisi kesehatannya menurun, Selasa, 21 Februari 2017. Pelantun lagu Walang Kekek itu dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri.

    Salah satu putranya, Ari Mulyono, mengatakan Waldjinah ditemukan pingsan di kamar tidurnya. "Dibangunkan tapi tidak bangun-bangun," katanya saat dihubungi, Selasa, 21 Februari.

    Keluarga langsung menghubungi layanan home care Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo. Seusai sakit pada 2015, Waldjinah memang sering memanfaatkan fasilitas home care dari rumah sakit tersebut.

    "Tim medis langsung datang dan memeriksa ibu," kata Ari. Ternyata, diketahui kadar gula darah Waldjinah turun sangat rendah. "Gula darahnya hanya 22."

    Baca: BCL Libatkan Reza Rahadian dalam Konser Tunggalnya

    Kondisi itu membuat keluarga memutuskan untuk membawa Waldjinah ke Rumah Sakit Kasih Ibu. Petugas medis langsung memberikan beberapa suntikan. "Segera sadar setelah mendapat injeksi," katanya.

    Padahal, sehari sebelumnya, kadar gula darah Waldjinah tergolong cukup tinggi. "Mencapai 357," kata dia. Tingginya kadar gula darah itu diketahui saat Waldjinah membeli obat sakit gigi di salah satu apotek.

    Kebetulan, apotek tersebut juga melayani pemeriksaan gula darah. "Ternyata cukup tinggi sehingga ibu sekalian beli obat diabetes," kata Ari. Hanya saja, selang sehari tiba-tiba gula darahnya justru turun drastis. "Untuk sementara harus istirahat di rumah sakit," katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.