Kanye West Bertemu Trump Bahas Isu Multikultural

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Kardashian bersama dengan suaminya Kanye West, saat tiba untuk menghadiri acara The Vogue 100 Gala Dinner di East Albert Lawn, London, 23 Mei  2016. dailymail.co.uk

    Kim Kardashian bersama dengan suaminya Kanye West, saat tiba untuk menghadiri acara The Vogue 100 Gala Dinner di East Albert Lawn, London, 23 Mei 2016. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Washington - Kanye West bertemu Presiden AS terpilih Donald Trump, Selasa, 13 Desember 2016 untuk membahas isu multikultural termasuk perundungan, pendidikan dan kekerasan.

    Pertemuan West yang dilakukan di Trump Tower Manhattan itu ramai dibicarakan media sosial dan memicu spekulasi tentang penampilan West di pelantikan Trump pada 20 Januari mendatang atau peran rapper tersebut dalam administrasi informal.

    Dalam akun pribadinya di Twitter, West, 39 tahun mengatakan bahwa dia ingin bertemu Trump "untuk membahas isu-isu multikultural."

    "Isu-isu ini termasuk perundungan, mendukung guru, modernisasi kurikulum, dan kekerasan di Chicago," cuit penyanyi yang dibesarkan di Chicago itu.

    "Saya merasa penting untuk memiliki jalur komunikasi langsung dengan Presiden masa depan kita jika kita benar-benar menginginkan perubahan," sambung dia.

    Pertemuan yang berlangsung 15 menit itu adalah pertemuan besar pertama West dan merupakan kicauan pertama sejak 30 November, setelah seminggu berada di rumah sakit jiwa Los Angeles dengan kondisi yang tidak dapat dijelaskan.

    Penyanyi Jesus Walks tersebut memberikan isyarat untuk mencalonkan dirinya sendiri sebagai presiden dengan menambahkan #2024 pada tweet terakhirnya.

    Tahun lalu, West menyatakan dia berencana untuk mengikuti pemilihan 2020, namun belum ada penjelasan lebih lanjut.

    Saat ditanya tentang tujuan pertemuan tersebut, Trump mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan tersebut: "Teman, hanya teman. Dia orang yang baik. Teman lama."

    Trump menambahkan bahwa keduanya "membahas kehidupan."

    West mendukung Trump tanpa istrinya, Kim Kardashian. West menjadi berita utama pada November lalu ketika dia dicemooh dalam sebuah konser karena menyatakan dukungannya kepada Trump, meskipun dia mengatakan dia tidak memilih pada pemilihan presiden 8 November.

    E! News yang menyiarkan reality show "Keeping Up With the Kardashians," sebelumnya mengatakan bahwa Trump yang menghubungi West.

    "Trump berpikir dia role model yang baik dalam hal bisnis," E! mengutip sumber yang dekat dengan rapper tersebut.

    Ditanya wartawan apakah dia sedang mempertimbangkan untuk tampil di pelantikan, West tidak menanggapi.

    Sejumlah musisi dan penyanyi termasuk Beyonce, Katy Perry dan Bruce Springsteen yang mendukung calon presiden dari partai Demokrat Hillary Clinton dalam pemilihan presiden AS lalu, belum diketahui akan mengambil bagian dalam pelantikan, meski penyanyi country Garth Brooks disebut tengah dalam diskusi.

    West dirawat di rumah sakit bulan lalu setelah tiba-tiba membatalkan sisa tur AS-nya. Tidak ada penjelasan resmi mengenai kondisinya, yang awalnya dikaitkan dengan kelelahan, demikian Reuters.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.