Putin Hadiahkan Paspor Rusia kepada Aktor Steven Seagal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor laga Amerika Serikat, Steven Seagal berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin usai menandatangani paspor miliknya di Kremlin di Moskow, Rusia, 25 November 2016. Diketahui Steven mempunyai hubungan dekat dengan Vladimir Putin dan Rusia. REUTERS

    Aktor laga Amerika Serikat, Steven Seagal berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin usai menandatangani paspor miliknya di Kremlin di Moskow, Rusia, 25 November 2016. Diketahui Steven mempunyai hubungan dekat dengan Vladimir Putin dan Rusia. REUTERS

    TEMPO.CO, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiahkan sebuah paspor Rusia kepada aktor Amerika Serikat, Steven Seagal, Jumat, 25 November 2016, waktu setempat. Putin berharap paspor itu menjadi simbol mulai membaiknya hubungan Moskow-Washington yang selama ini retak.

    Dalam sebuah seremoni di Kremlin, Seagal menandatangani paspor barunya di depan Putin. Pemimpin Rusia itu berkata, "Saya ingin mengucapkan selamat kepada Anda dan mengungkapkan harapan bahwa ini adalah isyarat yang meski kecil, bakal menjadi pertanda normalisasi hubungan kedua negara secara bertahap."

    Ketika Putin bertanya apa kesan sang aktor, Seagal menjawab, "Segalanya baik. Kita nanti akan berbicara. Untuk saat ini sungguh terhormat berada di sini."

    Putin, yang merupakan penggemar olahraga bela diri yang dipraktekkan Seagal dalam film-film laga Hollywood-nya, awal bulan ini telah menandatangani surat pemberian status kewarganegaraan Rusia kepada Seagal.

    Alasan Kremi memberikan paspor Rusia kepada Seagal adalah sikap hangat sang aktor kepada Rusia dan status keselebritasannya.

    Selama satu dekade, Seagal yang kini berusia 64 tahun, secara reguler mengunjungi Rusia. Film-filmnya seperti Under Siege dan Sniper: Special Ops sangat populer di Rusia.

    Seagal adalah selebritas Barat terakhir yang mendapatkan paspor Rusia dalam beberapa tahun belakangan. Pada 2013, Gerard Depardieu, aktor Prancis, mendapatkan kewarganegaraan serupa dari Putin.

    Dalam dua tahun terakhir ini, hubungan antara Rusia dan Amerika mencapai level terburuk sejak Perang Dingin sebagai akibat konflik yang terjadi di Ukraina dan Suriah, di mana Moskow dan Washington berlawanan memihak pihak-pihak bersengketa di sana.

    Putin telah menyampaikan harapan bahwa keterpilihan Donald Trump sebagai Presiden Amerika mendatang, akan meningkatkan hubungan kedua negara. Putin dan Trump sendiri saling memberikan pujian, demikian Reuters.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.