Soal Narkoba, Gatot Brajamusti Sebut Reza Artamevia Pemain Lama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Reza Artamevia usai diperiksa terkait dugaan kepemilikan senjata api dan peluru ilegal Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti di Polda Metro Jaya, Jakarta, 14 September 2016. Dalam pemeriksaan tersebut Reza Artamevia mengaku diberikan 20 pertanyaan terkait kepemelikan senjata api Gatot. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Reza Artamevia usai diperiksa terkait dugaan kepemilikan senjata api dan peluru ilegal Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti di Polda Metro Jaya, Jakarta, 14 September 2016. Dalam pemeriksaan tersebut Reza Artamevia mengaku diberikan 20 pertanyaan terkait kepemelikan senjata api Gatot. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam keluhannya ke Badan Narkotika Nasional (BNN), Gatot Brajamusti yang diwakili kuasa hukumnya, Achmad Rifai, mengatakan laporan Reza Artamevia adalah palsu.

    Menurut Rifai, mantan istri almarhum Adjie Massaid itu sudah lebih dulu mengenal narkoba daripada kliennya.

    "Bagaimana dia bisa mengatakan ditipu, klien kami jelas mengatakan dia (Reza) sudah lebih dulu menggunakannya," ucap Rifai di BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 13 Oktober 2016.

    Rifai kembali menegaskan, berdasarkan keterangan Gatot, Reza adalah pemain lama dalam kasus narkoba.

    "Iya (pemain lama), Gatot bilang begitu. Jelas sekali, sebelum itu, dia sudah menggunakan lebih dulu. Bagaimana dia katakan itu dibohongi, bagaimana itu ditipu, enggak mungkin," ujar Rifai.

    Selain itu, Rifai menjelaskan soal kejanggalan dari laporan Reza ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. "Kalau dia merasa ditipu, mereka tidak tahu itu kalau sekali-dua kali menggunakannya. Tapi, kalau mereka sudah lebih dulu menggunakannya, apa itu ditipu?" tutur Rifai.

    Reza melaporkan Gatot ke Polda Metro Jaya pada Jumat, 7 Oktober 2016. Reza menuduh Gatot menipu dirinya lantaran tidak pernah diberi informasi soal aspat.

    Reza merasa ditipu karena sudah memberikan uang belasan juta untuk membeli aspat. Belakangan diketahui, aspat adalah narkoba jenis sabu-sabu.

    TABLOIDBINTANG.COM



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.