Faradina Tika, Tukang Ojek yang Takut Diculik Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faradina Tika. Ryan/Tabloidbintang.com

    Faradina Tika. Ryan/Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai DJ, Faradina Tika (24) cuma memiliki waktu 2 jam untuk bersiap syuting sinetron harian Tukang Ojek Pengkolan (TOP) RCTI. Sebagai pesinetron dan DJ, Fara harus pintar membagi waktu dan konsentrasi kerja.

    Kisahnya dimulai ketika Ramadan tahun 2016 yang buat Faradina membawa berkah.

    Manajernya memberi tahu, dia mendapatkan tawaran syuting sinetron Tukang Ojek Pengkolan. Keesokan harinya Fara langsung menuju lokasi syuting yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

    “Aku disuruh mencoba naik motor, karena aku berperan sebagai Mimin, seorang tukang ojek,” cerita Fara saat ditemui di kediaman megahnya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Untungnya Fara sudah terbiasa mengemudikan motor. Perempuan yang sebelumnya baru terlibat dalam 2 sinetron, James Bon (2015) dan Di Bawah Lindungan Abah (2015), ini tak sulit memerankan tukang ojek.

    “Sebagai Mimin aku harus sedikit keluar dari sosok asli Fara. Aku harus lebih tomboi dan lebih banyak bicara,” urai Fara, yang awal syuting banyak bertanya kepada Eza Yayang.

    “Karena aku dan Bang Eza sudah kenal,” sambung Fara seperti diberitakan oleh Tabloidbintang pada Sabtu, 8 Oktober 2916.

    Awalnya Fara dikritik beberapa orang di lokasi syuting. Sangat peduli akan penampilan, ia merias wajahnya lengkap untuk syuting perdana.

    “Aku diberi tahu bahwa tidak ada tukang ojek yang memakai makeup, nanti malah diculik penumpang,” kata Fara tertawa.

    Ia juga dilarang memakai sepatu yang bagus. “Aku memakai sepatu kets yang tidak bagus, karena apa iya tukang ojek keliling memakai sepatu bagus,” jelas perempuan cantik ini.

    Syuting di luar ruangan memengaruhi warna kulitnya.

    “Syuting ini membuat kulitku lebih hitam dan wajah berjerawat, tapi ini jerawat uang,” seloroh dia.

    Telapak tangan Fara sempat terbakar akibat terkena sinar matahari.

    “Kulitku sampai terkelupas,” beri tahunya.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.