Ternyata Raden Saleh Pernah Lukis Batu Akik di Lukisannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Detail cincin batu mulia dalam lukisan Raden Saleh di Pameran Koleksi Istana Kepresidenan, jakarta, 1 Agustus 2016. TEMPO/Dian Yuliastuti

    Detail cincin batu mulia dalam lukisan Raden Saleh di Pameran Koleksi Istana Kepresidenan, jakarta, 1 Agustus 2016. TEMPO/Dian Yuliastuti

    TEMPO.CO, Jakarta - Fenomena cincin batu akik rupanya tak hanya meledak beberapa waktu terakhir yang cukup menghebohkan. Fenomena ini rupanya juga ada pada ratusan tahun lalu. Buktinya, maestro lukis Raden Saleh pun sudah memperlihatkannya dalam lukisan.

    Jika anda akan melihat pameran koleksi Istana Kepresidenan di Galeri Nasional, sempatkan untuk mengamati atau melihat detail-detail goresan dari para seniman. Dari sana akan terlihat betapa sang seniman membuat karyanya dengan cermat. Apalagi dalam lukisan  Raden Saleh dalam lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro. Di lukisan ini, Raden Saleh melukis dan memperlihatkan kepiawaiannya melukis hingga ke hal-hal yang detail seperti motif kain atau baju, cincin, cling lukisan, lipatan baju atau kain dan sebagainya.

    “Ternyata terlihat Raden Saleh pun melukis figur dan memakai cincin. Rupanya fenomena akik sudah ada saat itu,” ujar Kurator pameran Mikke Susanto sambil bercanda. Detail ini terlihat setelah lukisan ini direstorasi pada 2013 lalu atas bantuan Yayasan Arsari dan Goethe Institut. Sebelum lukisan direstorasi, detail ini tak terlihat.

    Cincin itu bisa dilihat pada sosok yang duduk di tangga dalam posisi menunduk. Di jari tangan kanan berwarna putih agak kebiruan dan  jari kelingking tangan kiri terdapat cincin dengan mata batu berwarna merah. “Inilah keuntungan melihat langsung, bisa melihat detail karya sang seniman,” ujarnya.

    Raden Saleh, kata Mikke, memang piawai dalam melukis dan memperlihatkan detail. Perhatikan saja motif, kain dan baju  istri Pangeran Diponegoro atau sosok-sosok pengikut atau istri Pangeran Diponegoro, juga kecemerlangan pada tongkat.

    Lukisan ini  dikerjakan Raden Saleh di Belanda dan diserahkan kepada Ratu Belanda. Lukisan ini mengecam sikap penjajahan di Jawa dan menuntut Belanda mengembalikan martabat orang Jawa. Lukisan ini diberikan Pemerintah Belanda  ke Pemerintah Indonesia pada 1978. Lukisan ini pernah dipamerkan di Galeri Nasional pada Februari-Maret 2015.

    Pameran koleksi Istana Kepresidenan ini berlangsung mulai 1-30 Agustus 2016, di Galeri Nasional, Jakarta Pusat. Pameran ini  sekaligus perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-71.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.