Festival 1.001 Budaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Suara dawai belasan siter mengalun dalam rangkaian nada ala musik Betawi. Kadang datang dengan tempo cepat, lalu pada lain waktu dalam tempo lambat sembari ditingkahi tepukan rebana dan kendang. Nada yang muncul pun tak selalu harmoni. Maklum, para penggesek siter dan rebana dari kelompok Setu Babakan ini terhitung masih bocah. Bahkan beberapa pemainnya mungkin belum lagi menginjak usia sepuluh tahun. Toh, sedikit suara sumbang tak mampu menghalangi suasana ceria yang ditebarkan gadis dan perjaka cilik itu di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat malam lalu. Malam itu memang menjadi pembuka acara istimewa, yakni Jakarta Anniversary Festival. Empat tahun sudah GKJ menggelar rangkaian acara kesenian dari berbagai budaya, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menghiasi ulang tahun ibu kota Indonesia: Jakarta. Seperti tahun-tahun sebelumnya, festival kali ini mengambil tema "Jakarta Kota 1.001 Budaya". "Jakarta merupakan tempat berkumpulnya beragam budaya sejak dulu. Sebut saja Arab, Cina, Portugis, Jawa, dan tentu saja Betawi. Acara ini berusaha menampilkan sedikit dari beragam budaya yang telah memberi pengaruh besar dalam kebudayaan Jakarta," ungkap Direktur GKJ Marusya N.F. Nainggolan kepada Tempo. Festival kesenian yang akan berlangsung hingga 26 Juni mendatang ini dibuka dengan konser musik bertajuk "Jakarta dalam Musik". Malam itu, Marusya, yang menjadi direktur musik acara, menampilkan beragam sentuhan musik yang mewarnai perjalanan sejarah Jakarta. Selain ansambel musik Betawi oleh kelompok Setu Babakan, tampil ansambel musik Tionghoa yang pernah pekat mewarnai kehidupan penduduk. Namun, yang paling unik komposisi musik dan prosa liris Calon Arang. Aktris kawakan Ninik L. Karim bersama penyanyi sopran Aning Katamsi berkolaborasi mengantarkan karya prosa asal Bali itu, yang mendapat interpretasi ulang dari budayawan Toety Herati dalam bentuk pembacaan puisi dan lagu. "Ada yang bertanya mengapa cerita asal Bali bisa masuk konser ini. Ide pertunjukan merupakan bentuk penghormatan kepada Ibu Toety yang membuka acara ini," Marusya menambahkan. Meski resmi dibuka pada 9 Juni lalu, sebenarnya banyak acara digelar sebagai prafestival, seperti teater obyek dan pertunjukan tari dari Prancis, preworld choir dari Bandung dan Jakarta, serta pertunjukan musik mengenang 250 tahun Mozart. Sementara itu, festival ini diawali oleh pertunjukan tari dan balet oleh kelompok Kalinka dari Rusia pada 10 Juni. Lalu pada 12 Juni ada pertunjukan sirkus kontemporer asal Prancis. Pertunjukan teater yang memadukan tari serta mixed media dari kelompok Attack Theatre asal Amerika Serikat manggung pada 14 Juni. Itulah kesenian dari mancanegara. Dari dalam negeri akan tampil pertunjukan teater kelompok SMAS dengan karya adaptasi sastrawan Rusia Nikolai Gogol bertajuk Short Marriage Simple pada 16-17 Juni. Konser musik dan teater wayang asal Tanah Pasundan akan diusung oleh Gentra Madya-Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung pada 20 Juni. Dua komposisi tari bertajuk Ariah Si Mariam dan Perempuan Lala akan dibawakan oleh kelompok Dedy Lutan Dance Company pada 23-24 Juni mendatang. Sehari kemudian, pada 25 Juni, digelar pertunjukan dari Teater Tanah Air dengan judul Wow. Dibuka dengan pertunjukan dari mancanegara, festival ini akan ditutup pada 26 Juni dengan pertunjukan seni dari mancanegara pula, yakni konser musik jazz bersama Trio Mark Isaacs asal Australia. l SITA PLANASARI A

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.