Kisah Hidup Nike Ardilla Bakal Difilmkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nike Ardilla dalam pemotretan TEMPO di Jakarta, 1992. Sejak usia 5 tahun, Nike telah menyabet penghargaan di Lomba Menyanyi TVRI berkat suara indahnya. Ia mengeluarkan album perdananya

    Nike Ardilla dalam pemotretan TEMPO di Jakarta, 1992. Sejak usia 5 tahun, Nike telah menyabet penghargaan di Lomba Menyanyi TVRI berkat suara indahnya. Ia mengeluarkan album perdananya "Seberkas Sinar" dalam usia 14 tahun. Dok. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Focus Cinema—rumah produksi baru asal Bandung—akan mengangkat kisah hidup penyanyi Nike Ardilla ke layar lebar untuk mengenang mendiang Nike dan sekaligus meneruskan cita-cita penyanyi tersebut semasa hidupnya.

    "Film ini akan berjudul Suara Hati: Catatan Seorang Sahabat adalah film yang akan menceritakan tentang perjalanan Nike dari awal menapaki karier hingga mencapai puncak kesuksesan itu menurut rencana akan tayang mulai akhir 2016 di seluruh bioskop Indonesia Sekaligus menjadi film perdana tentang kisah sejati Nike," kata perwakilan Focus Cinema, Wahyu Saputra, di Bandung, Selasa, 14 Juni 2016.

    Baca juga:
    Ssst…Inilah Elemen Rahasia Penentu Calon Juara Euro 2016
    Begini Asal Usul Hooligan Rusia Versus Inggris

     Wahyu, yang juga salah satu penulis skenario dan direktur casting Suara Hati: Catatan Seorang Sahabat, mengatakan sebelumnya pernah ada wacana kisah Nike akan difilmkan, tapi selalu gagal terlaksana.

    Wahyu mengatakan ide awal film ini muncul dari Bunda Atun, yakni manajer Nike semasa hidup sekaligus orang terdekatnya, dan film ini berangkat dari pengalaman serta cerita Bunda Atun ketika menemani perjalanan Nike. "Yang dimaksud catatan seorang sahabat ini adalah sosok Bunda Atun," katanya.

    Oleh karenanya, Focus Cinema bersedia menggarap film tentang kisah Nike, juga menjadi film perdana bagi Focus Cinema, karena menuai tantangan.

    "Kenapa kami mau, selain karena Nike mempunyai kisah, semangat hidup, hingga perjuangan karier yang sangat menarik untuk direproduksi menjadi sebuah film. Cerita film itu berangkat dari orang terdekatnya Nike, dia yang tahu bagaimana sosok Nike. Ini hal menarik sekaligus tantangan buat kami," kata Wahyu.

    Menurut Wahyu, film ini baru akan mulai pengambilan gambarnya terhitung September 2016 dan saat ini sedang dilakukan open casting, selama satu pekan sejak Rabu pekan lalu, 8 Juni 2016.

    "Open casting-nya gratis dan terbuka untuk umum. Kami sedang mencari bakat-bakat baru Selain untuk sosok Nike, juga untuk sosok Melly Goeslow, Ari Sihasale, Gugun Gondrong, Mayang Sari, Rima Melati, dan lain-lain yang notabene adalah sahabatnya yang juga akan kami munculkan di film," katanya.

    Setelah aktor/aktris yang ia akan cari terpenuhi dan akan langsung diambil gambar, rencananya September mendatang, lokasinya meliputi Bandung, Jakarta, dan Bali.

    Sedangkan Bunda Atun menyatakan, "Karena ini atas dasar keinginan dan cita-cita beliau, saya mencoba melanjutkan. Dia itu ingin membangun satu yayasan yatim piatu, namun belum sempat terlaksana."

    Ia mengatakan seluruh keuntungan film akan disumbangkan untuk mendirikan yayasan yatim piatu di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yakni tempat almarhumah Nike Ardilla dimakamkan.

    Nike bernama asli Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi meninggal pada umur 19 tahun. Dia seorang penyanyi, bintang film, model, dan bintang iklan yang tengah naik daun pada zamannya.

    Nike tewas pada 19 Maret 1995 dalam kecelakaan tunggal dan mobil Honda Civic yang dia kendarai menghantam beton di Jalan R.E. Martadinata, Bandung. Sampai kini, belum jelas benar penyebab dia menabrak beton pembatas jalan di Bandung itu.

    ANTARA

    Baca juga:
    Ssst…Inilah Elemen Rahasia Penentu Calon Juara Euro 2016
    Begini Asal Usul Hooligan Rusia Versus Inggris


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto