Chris Hemsworth Jadi Resepsionis di Ghosbusters

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Chris Hemsworth  saat hadir di perhelatan Oscar di Dolby Theatre, Los Angeles (2/3). REUTERS/Lucas Jackson

    Aktor Chris Hemsworth saat hadir di perhelatan Oscar di Dolby Theatre, Los Angeles (2/3). REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Chris Hemsworth akhirnya ikut terlibat dalam film Ghosbusters. Dalam film ini, Hemsworth berperan sebagai resepsionis. Peran ini, pada film aslinya dulu dimainkan oleh aktris Annie Potts.

    Sutradara film ini,  Paul Feig, mengumumkan terlibatnya Hemsworth melalui akun twitternya, pada Rabu, 10 Juni 2015, waktu setempat. “Resepsionis kami #whoyougonnacall,” demikian cuit di akunnya.

    Hemsworth bergabung dengan beberapa pesohor lain yang akan bermain di film yang akan diputar di layar bioskop tahun depan. Mereka adalah  Melissa McCarthy, Kristen Wiig, Kate McKinnon, dan  Leslie.

    Film ini akan mulai diproduksi pada musim panas ini, kurang lebih pada 22 Juli mendatang. Sumber di internal studio mengatakan mereka mengajak Hemsworth sejak awal proses untuk peran utama laki-laki itu, tetapi aktor Australia ini melewatkannya karena perannya terlalu kecil. Karenanya Sony lantas merombak skenario untuk memperbesar peran sang aktor.

    Hemsworth sebelumnya dikenal melalui peran seriusnya di Thor, Snow White and The Huntsman, dan sebuah film yang akan diputar mendatang In the Heart of the Sea. Juga dari film Vacation, di mana Hemsworth berperan ringan.

    Ghosbuster  pertama kali muncul di layar lebar pada 1984 lalu. Mereka yang terlibat dalam film ini antara lain Bill Murray, Dan Aykrovd, Sigourney Weaver, Harold Ramis, Rick Moranis, Annie Potts.

    VARIETY|THEHOLLYWOOD REPORTERS|DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.