Kerontjong Toegoe Hibur Delegasi KAA, Lagu Asli Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok musik Kerontjong Toegoe mengalunkan musik keroncong dalam Festival Kampoeng Toegoe 2010 di Kampung Tugu, Jakarta Utara, Sabtu (16/10). Selain musik keroncong, pengunjung juga disuguhi kesenian berlatar budaya Portugis lainnya, seperti Brasil dan Timor Leste. TEMPO/Nita Dian

    Kelompok musik Kerontjong Toegoe mengalunkan musik keroncong dalam Festival Kampoeng Toegoe 2010 di Kampung Tugu, Jakarta Utara, Sabtu (16/10). Selain musik keroncong, pengunjung juga disuguhi kesenian berlatar budaya Portugis lainnya, seperti Brasil dan Timor Leste. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.COJakarta - Kelompok musik aliran keroncong, Kerontjong Toegoe, dijadwalkan tampil menghibur para delegasi Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 di Istana Negara, Jakarta. "Kami akan tampil juga di Istana Negara untuk menyambut KAA," kata pimpinan Kerontjong Toegoe, Andre J. Michiels, usai tampil dalam acara Keroncong Week di Jakarta, Minggu, 12 April 2015.

    Andre menjelaskan jadwal tampil sudah ditentukan, yaitu pada 22 April 2015 di Istana Negara. "Semoga jadwal tidak berubah," katanya. Ini bukan pertama kali Kerontjong Toegoe tampil membawakan musik keroncong di Istana Negara. Sebelumnya, mereka pernah tampil juga di Belanda, sidang paripurna DPRD DKI, serta ketika pelantikan Joko Widodo menjadi Wali Kota Solo.

    Selain itu, Kerontjong Toegoe pernah diundang secara pribadi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tampil di rumahnya. Saat itu SBY tengah menjamu tamunya, Presiden Brasil.

    Dalam KAA, Andre mengatakan, grupnya akan menampilkan lagu-lagu keroncong asli dari Indonesia agar bisa memperlihatkan budaya bangsa. "Kami harus melestarikan budaya sendiri serta memperkenalkan kepada negara lain," ujarnya.

    Kelompok musik ini didirikan pada 1988 oleh seorang putra daerah Tugu, Jakarta, yang juga sebagai pemain keroncong. Pada saat itu mereka berinisiatif mengumpulkan anak-anak muda yang mau mempopulerkan musik keroncong.

    Hingga saat ini, mereka mempunyai misi melestarikan budaya keroncong tanpa harus dijadikan sebagai mata pencaharian. "Jika kami jadikan mata pencaharian justru akan sulit bertahan. Maka kami ingin berusahan melestarikan saja dengan ikhlas dan berkolaborasi dengan seniman-seniman lain," tutur Andre.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.