Mengapa Avril Lavigne Tak Mandi Seminggu?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan Avril Lavigne saat menghibur penggemarnya dalam konser Avril Lavigne On Tour di Istora Senayan, Jakarta (12/3). TEMPO/Nurdiansah

    Penampilan Avril Lavigne saat menghibur penggemarnya dalam konser Avril Lavigne On Tour di Istora Senayan, Jakarta (12/3). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO , Los Angeles : Penyanyi Avril Lavigne merasa seperti sekarat semenjak terbaring selama lima bulan karena penyakit Lyme.

    Dilansir Femalefirst, Jumat 3 April 2015, sejak Oktober lalu Avril Lavigne mengidap penyakit Lyme, penyakit menular yang disebabkan oleh kutu. Penyakit ini biasanya menyerang seseorang yang tinggal di daerah dekat hutan yang dihuni oleh rusa dan tikus.

    "Saya merasa seperti tidak bernapas, tidak bisa bicara dan tidak bisa bergerak. Saya berpikir saya seperti sekarat," kata Lavigne.

    "Saya tidak menyangka gigitan ini bisa membuat begini, membuatku terbaring selama lima bulan," lanjutnya.

    Pelantun When You're Gone ini bahkan tidak mandi selama berminggu-minggu, karena ia tak bisa berdiri. Kondisi Lavigne yang 'sekarat' tersebut membuat ibunya harus pindah ke rumahnya di Ontario, Kanada untuk menjaganya.

    "Saya tidak bisa mandi selama seminggu karena tidak bisa berdiri," lanjut Lavigne.

    Lavigne merasa penyakit itu menyerangnya pada Oktober lalu saat ia pergi berpesta di Las Vegas dengan beberapa temannya.

    "Waktu itu saya hampir tak bisa makan. Ketika kami ke kolam renang, saya harus meninggalkan mereka dan pergi berbaring di tempat tidur. Mereka bertanya, Apa yang terjadi?'. Saya tidak tahu," katanya.

    Saat ini Lavigne merasa telah sembuh dari sakitnya. Ia akan kembali menjalani rutinitasnya. Ia juga mengatakan akan menghibur penggemarnya sebagai bayaran untuk dukungan mereka selama Lavigne sakit.

    RINA ATMASARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.