Denda Rp 7 Miliar Soal Papua, Ini Reaksi Cita Citata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Dangdut, Cita Citata, menyapa awak media saat mengunjungi Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 18 Februari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Penyanyi Dangdut, Cita Citata, menyapa awak media saat mengunjungi Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 18 Februari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, BANDUNG-- Manajer penyanyi dangdut Cita Rahayu alias Cita Citata, Sofwan Bombom, mengatakan Cita tak akan sanggup membayar denda Rp 7 miliar untuk menebus perkatannya yang diduga menghina warga Papua. Denda itu sesuai dengan Undang-Undang  tentang Informasi Transaksi Elektronik  nomor 11 tahun 2008, dengan ancaman 7 tahun penjara dan denda Rp 7 miliar.

    “Cita belum sanggup membayar denda sebesar itu. Kami juga gak punya duit dengan nilai sebesar itu,” ujar Sofwan saat dihubungi Tempo, Selasa, 17 Februari 2014. Dia mengatakan, duit sebesar Rp 7 miliar tak mungkin dimiliki oleh artis pendatang baru seperti Cita. Cita terkenal beberapa waktu lalu setelah karena lagu “Goyang Dumang”, dan “Sakitnya Tuh di Sini”.

    Sementara ini, kata Sofwan, Cita hanya bisa meminta maaf untuk menebus kesalahannya. Bahkan, dia ingin melakukan sungkem pada kepala adat Papua untuk meminta maaf atas dugaan penghinaan itu.

    Cita Citata juga telah mendatangi  kompleks Gedung Parlemen, Rabu, 18  Februari, dan  menyampaikan permintaan maaf itu di hadapan anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Robert Row.  Ia berharap permintaan maafnya diterima  masyarakat Papua. Sebelumnya,  Robert yang berasal dari Papua menyatakan bahwa Cita harus meminta maaf kepada rakyat Papua.

    Menutur Sofyan,  Cita  tidak bermaksud menghina warga Papua atas perkataannya di depan publik. Awalnya, kata dia, wartawan yang tengah meliput kegiatan Cita bertanya mengapa Cita tak menggunakan coretan di wajah layaknya penampilan adat Papua. Dalam penampilannya saat itu, Cita memang tengah menggunakan pakaian adat Papua. Lalu Cita menjawab “Cantik masih tetap harus dicantikkin mukanye. Nggak kaya Papua kan?”

    PERSIANA GALIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto