Panitia Film Senyap di Malang Diinterogasi Intel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto sampul film Senyap, The Look of Silence. (tiff.net)

    Foto sampul film Senyap, The Look of Silence. (tiff.net)

    TEMPO.CO, Jakarta - Komando Distrik Militer 0833/Bhaladika Jaya, Malang, Jawa Timur, melarang pemutaran film Senyap atau The Look of Silence karya Joshua Oppenheimer. Rencananya, film itu akan diputar di beberapa lokasi di Malang untuk memperingati Hari Hak Asasi Manusia Internasional, Rabu, 10 Desember 2014.

    Ketua panitia pemutaran Senyap di kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya, Malang, Bunga Irma Dian, mengatakan, pada Selasa malam, 9 Desember 2014, dia diciduk dua pria berbadan tegap yang mengaku dari Kodim 0833/Bhaladika Jaya. Dia bersama salah satu anggota panitia lainnya, Andika Nur P., dibawa dua lelaki itu ke salah satu markas satpam di dalam kompleks kampus. “Kami diinterogasi selama dua jam,” ujar Bunga ketika dihubungi, Kamis, 11 Desember 2014. (Baca: Film Senyap Borong Penghargaan di Italia)

    Bunga mengatakan dibawa dua orang--salah satunya mengenakan jaket kulit warna hitam--sekitar pukul 20.00. Bersama Andika, dia dicecar pertanyaan ihwal alasan memutar Senyap di dalam kampus serta alur cerita film tersebut. (Baca: Alasan Massa Minta Pemutaran Film Senyap Distop)

    Tak hanya mengorek cerita Senyap, kata dia, kedua orang yang diduga intel tersebut juga mencatat identitasnya serta beberapa kali memotretnya. “Lumayan bikin resah,” ujar mahasiswa sastra Prancis tersebut. Kebetulan, ujar Bunga, Andika saat itu sedang mengenakan kaus warna merah bergambar palu-arit yang dianggap sebagai simbol komunisme. “Mereka terpancing karena baju itu.”

    Setelah diinterogasi dua intel dari Kodim, Bunga dan Andika dijemput pihak kemahasiswaan Fakultas Ilmu Budaya. Mereka diwanti-wanti agar tidak memutar film yang menceritakan kisah keluarga korban yang dibantai rezim Orde Baru itu. (Baca: Ini Alasan Rektor Unibraw Larang Pemutaran Senyap)

    Senyap merupakan kelanjutan film dokumenter Oppenheimer sebelumnya, The Act of Killing atau Jagal. Sebagaimana The Act of Killing, film ini juga diproduseri sutradara legendaris dunia asal Jerman, Werner Herzog. (Baca: Militer Intimidasi Pemutaran Film Senyap di Malang)

    Komandan Kodim 0833/Bhaladika Jaya Letnan Kolonel Gunawan Wijaya mengaku belum pernah menonton film Senyap dan Jagal. Namun ia mengatakan telah memperoleh informasi tentang materi film tersebut. "Paham komunis tak boleh hidup di negara ini. Saya tidak membenci garis keturunannya," kata Gunawan.

    LINDA TRIANITA

    Terpopuler:
    Hari HAM, Film Senyap Diputar di 457 Tempat
    Mary Ann Mobley, Miss AS 1959 Meninggal
    Pippa Middleton Puji Bokong Indah Kim Kardashian
    Syahrini Foto Mesra dengan Pria Bule, Siapa Dia?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.