Hujat Lebat, Pasar Seni ITB Sempat Terhenti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa menghentikan pembuatan panggung utama Pasar Seni ITB karena hujan di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 22 November 2014. TEMPO/Prima Mulia

    Mahasiswa menghentikan pembuatan panggung utama Pasar Seni ITB karena hujan di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 22 November 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Hujan lebat selama 30 menit sempat membekukan acara Pasar Seni ITB yang berlangsung pada Ahad, 23 November 2014, di kampus Institur Teknologi Bandung. Pentas musik di panggung berhenti selama dua jam dan sejumlah gerai produk rusak, bahkan roboh, oleh derasnya hujan. (Baca: Pasar Seni ITB 2014 Usung Konsep Sehat)

    Hujan lebat itu pun membubarkan pengunjung yang sedang asyik menikmati suguhan Pasar Seni di tempat terbuka. Mereka langsung mencari tempat berteduh. Listrik di panggung utama dan panggung di lapangan samping Aula Timur mati hingga dua jam. Setelah hujan reda, pengunjung terus mengalir memadati kampus ITB.

    Ketua panitia acara ini, Ignatius Gerry, mengatakan pihaknya mendapat keluhan dan permintaan ganti rugi dari sejumlah penyewa karena gerai yang mereka tempati basah. Bahkan ada yang mengeluh gerainya roboh.

    "Kami sedang hitung berapa yang rusak dan kerugian penyewa lainnya. Mau apalagi, hujannya deras banget," katanya. Menurut informasi, panitia perhelatan ini sudah memakai jasa pawang hujan. (Baca: Pasar Seni ITB Digarap 800 Mahasiswa)

    Berdasarkan pantauan Tempo, ada satu gerai barang cetakan yang berdiri tanpa atap. Transaksi di tempat itu masih ramai walau kaus yang dipajang basah dan karya cetakan pada kertas harus dibungkus plastik. Beberapa penyewa gerai lain tampak memperbaiki sendiri terpal pada gerainya agar air hujan tak masuk.

    Gerai kriya dan makanan berukuran sekitar 4 meter persegi di acara ini dibuat dari bambu. Bagian atap dan dindingnya berbahan terpal plastik berwarna putih. Area ini sangat padat oleh pengunjung.

    Boy, salah seorang pengunjung, memilih melihat-lihat karya seni di tenda seniman. Di depan kios pelukis Jeihan Sukmantoro, ia menikmati lukisan-lukisan perempuan bermata bolong.

    "Saya mau tahu harga lukisannya," katanya, lalu berlalu dan berbincang dengan kawannya.(Baca: Berburu Animasi Maskot di Tengah Pasar Seni ITB)

    ANWAR SISWADI
    Terpopuler
    Syaharani Manggung Energetik di Ngayogjazz 2014 
    Berburu Animasi Maskot di Tengah Pasar Seni ITB 
    Erwin Arnada Kunjungi Penjara Hatta di Belanda
    Diiringi Pawang, Penari Tampil Seolah Kesurupan 
    Pasar Seni ITB Digarap 800 Mahasiswa  



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?