Syaharani dan Dewa Budjana Ramaikan Ngayogjazz  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Jazz, Jerry Pellegrino tampil dalam ajang Ngayogjazz 2013 di desa wisata Sidoakur, kecamatan Godean, Sleman, Yogyakarta, (16/11). Penonton tetap antusias untuk menonton ajang tahunan ini walau di guyur hujan deras. TEMPO/Suryo Wibowo.

    Musisi Jazz, Jerry Pellegrino tampil dalam ajang Ngayogjazz 2013 di desa wisata Sidoakur, kecamatan Godean, Sleman, Yogyakarta, (16/11). Penonton tetap antusias untuk menonton ajang tahunan ini walau di guyur hujan deras. TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO , Yogyakarta: Kelompok musik Syaharani and Queen Fireworks (ESQI:EF) kembali tampil dalam pentas musik jazz, Ngayogjazz, bertema Tung Tak Tung Jazz di desa wisata Brayut, Pendowoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 22 November 2014.

    Syaharani dan Queen Fireworks akan mengisi pagelaran musik di panggung yang diberi nama Bang Bung pukul 21.00-21.45. Kelompok musik jazz ini sebelumnya tampil di Ngayogjazz 2012 di tempat yang sama. Panggung Bang Bung menjadi lokasi pembukaan Ngayogjazz yang akan dibuka Seniman Sujud Kendang. Tak hanya Syaharani, di panggung ini juga bakal tampil gitaris Dewa Budjana pukul 18.30-19.15. (Baca juga: Musisi Eropa Akan Meriahkan Ngayogjazz 2013)

    Tim kreatif Ngayogjazz 2014, Aji Wartono mengatakan sebanyak 27 penampil bakal meramaikan pentas musik jazz ini. Mereka akan tampil di enam panggung yang berbeda, yaitu panggung tradisional, dang dung, bang bung, thang thing, ning nong, dan jrang jreng. “Akan ada banyak kejutan dari musisi yang tampil. Misalnya kolaborasi musisi,” kata tim kreatif Ngayogjazz, Aji Wartono, ketika menggelar jumpa pers Ngayogjazz 2014 di Cafe Momento Yogyakarta, Kamis, 20 November 2014.

    Ngayogjazz kali ini tak hanya menampilkan musisi dari Indonesia, tapi juga dari negara lain. Mereka di antaranya Mezcal Jazz Unit dari Perancis, Jay dan Gatra Wardaya with Gamin (kolaborasi Yogyakarta dan Korea).

    Seperti tahun sebelumnya, pagelaran musik ini juga melibatkan komunitas dan kesenian tradisional. Komunitas yang terlibat yaitu Blue Batik Replica (komunitas jazz Pekalongan), Aditya Ong Trio (Solo Jazz Society), Swara Nusantara (Jazz Ngisor Ringin), Jazz mben Senen, Etawa Jazz, dan Jogja Blues Forum.

    Ngayogjazz tahun ini berjudul Tung Tak Tung Jazz, yakni bebunyian yang dilisankan yang menggambarkan kegembiraan. Tung Tak Tung Jazz merupakan rangkaian bebunyian dari alat musik tradisional, satu di antaranya kendang. Alat musik ini biasanya diperdengarkan sebagai intro atau mengawali sebuah acara. “Ngayogjazz berharap menjadi awal untuk regenerasi musisi jazz Indonesia,” kata Aji.

    SHINTA MAHARANI

    Berita lain:
    Mayat Wanita di Bandara, Pria Ini Diburu Polisi  
    Ini Cara Mabes Polri Tes Keperjakaan Calon Polisi
    BBM Naik, Jokowi Langgar UU APBN?  



     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.