Pandemi Covid-19, Ngayogjazz 2020 Tak Gentar Digelar

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan pianis Leilani Hermiasih yang biasa dikenal sebagai Frau di panggung Ning Nong ajang Ngayogjazz 2014 di dusun Brayut, Yogyakarta,  22 November 2014. Ajang tahunan jazz ini bertujuan untuk membawa musik jazz hingga ke kampung-kampung. TEMPO/Suryo Wibowo.

    Penampilan pianis Leilani Hermiasih yang biasa dikenal sebagai Frau di panggung Ning Nong ajang Ngayogjazz 2014 di dusun Brayut, Yogyakarta, 22 November 2014. Ajang tahunan jazz ini bertujuan untuk membawa musik jazz hingga ke kampung-kampung. TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Perhelatan musik jazz tahunan Yogyakarta, Ngayogjazz tetap akan digelar pada November tahun ini meski masa pandemi Covid-19  belum berlalu. “Saat ini kami sedang mempersiapkan penyelenggaraan Ngayogjazz 2020 yang akan digelar pada Sabtu Legi, 21 November 2020,” ujar Amelberga Astri , Tim Komunikasi Ngayogjazz, Selasa 10 November 2020.

    Tema yang diusung pada perhelatan kali ini adalah Ngejazz Tak Gentar yang yang terinspirasi dan plesetan dari lagu gubahan Cornel Simanjuntak yang berjudul Maju Tak Gentar.

    Misi tema itu, Ngayogjazz melalui musik, terutama jazz, mengingatkan kembali agar masyarakat  Indonesia bersatu dan bersama-sama bahu-membahu menyelesaikan tantangan yang ada saat ini. Khususnya ketika pandemi Covid-19 belum mereda.

    “Tema ini juga dipilih sebagai upaya Ngayogjazz dalam menjawab dan menghadapi tantangan untuk  terus mencari cara agar tetap bisa jamming dengan sedulur jazz,” ujarnya.

    Dengan kondisi terakhir darurat pandemi covid-19 di Indonesia, perayaan Ngayogjazz tahun ini digelar dengan format daring. Penonton Ngayogjazz dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan Ngayogjazz  2020 mulai dari Lekasan (pra-acara) hingga acara utama melalui website www.ngayogjazz.com. Akan ada banyak kejutan yang disiapkan untuk semua pengunjung yang hadir secara daring. 

    “Diharapkan, meskipun tidak bisa hadir secara fisik, namun pengalaman baru ini tetap membawa energi yang sama seperti ketika menyaksikan Ngayogjazz langsung,” ujarnya.

    Sebelum hari H penyelenggaraan, seperti biasa digelar pra acara yakni Lekasan Ngayogjazz secara daring pula. Lekasan Ngayogjazz sendiri telah berlangsung empat kali sejak bulan September 2020 lalu hingga 9 dan 19 November 2020 nanti pada pukul 19.00 WIB  dan disiarkan langsung melalui www.ngayogjazz.com.

    Dalam penampilan itu, Ngayogjazz berkolaborasi dengan komunitas Jazz Mben Senen dan komunitas Jazz Yogyakarta  lain untuk memberikan ruang bagi rekan-rekan komunitas agar tetap berkarya walaupun pandemi melanda. 

    Tahun 2020 ini merupakan kali keempat belas perayaan tahunan Ngayogjazz. Selama tiga belas  tahun penyelenggaraan Ngayogjazz, banyak hal yang sudah tercapai, bahkan berkembang melebihi  harapan dari para penggagas Ngayogjazz.

    Musik jazz menjadi inklusif baik sebagai produk musik  maupun sebuah tontonan. Di Ngayogjazz ini, jazz bisa dinikmati oleh semua kalangan dari berbagai  usia. Jazz pun melebur dan berinteraksi dengan berbagai jenis musik lain, baik tradisi maupun  modern.

    Seperti yang selalu dikatakan oleh salah satu board creative dan penggagas Ngayogjazz, almarhum Djaduk Ferianto, Ngayogjazz bukan hanya sekedar sebuah tontonan tapi juga sebagai peristiwa budaya sekaligus media pembentuk masyarakat pendukung produk seni.

    Selain itu, Ngayogjazz juga berhasil menempatkan desa bukan hanya sebagai obyek, tetapi lebih  dari itu. Masyarakat desa di lokasi diadakannya perhelatan Ngayogjazz selalu menjadi mitra yang  mutual. Peran aktif warga desa selalu menjadi energi positif yang berimbas kepada pelaksaan  Ngayogjazz yang konsisten hingga saat ini.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.