Maia: AQJ Trauma Lihat Mobil Ngebut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maia Estianty, ibunda dari terdakwa kasus kecelakaan lalu lintas di Tol Jagorawi AQJ, usai menghadiri persidangan di pengadilan Jakarta Timur, Senin (26/5). Ahmad Dhani tidak hadir untuk memberikan keterangan. TEMPO/Nurdiansah

    Maia Estianty, ibunda dari terdakwa kasus kecelakaan lalu lintas di Tol Jagorawi AQJ, usai menghadiri persidangan di pengadilan Jakarta Timur, Senin (26/5). Ahmad Dhani tidak hadir untuk memberikan keterangan. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Maia Estianty mengatakan bahwa hingga saat ini putra bungsunya, AQJ, yang menjadi terdakwa kasus kecelakaan maut, masih sangat trauma. "Fisik dan psikis Dul (AQJ) mengalami penurunan," ujar Maia seusai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 26 Mei 2014.

    Menurut Maia, AQJ yang tak lama lagi akan menghadapi agenda sidang tuntutan atas kasus kecelakaan yang menyebabkan tujuh orang tewas itu kerap ketakutan kalau melihat mobil melaju kencang. Tak cuma itu, AQJ juga selalu ketakutan berada di tengah keramaian.

    Gangguan psikis itu yang disinyalir sebagai penyebab kondisi fisik Dul anjlok. "AQJ jadi cepat capek," kata Maia.

    Maia, yang untuk sementara waktu tinggal bersama AQJ, mengatakan selalu berusaha mendorong dan mengajak putranya itu jalan-jalan. "Alhamdulillah, Dul juga sudah salat lima waktu sekarang," kata Maia.

    Proses hukum terhadap kasus AQJ saat ini sudah memasuki agenda kesaksian dari orang tua. Maia sudah menjalaninya. Namun Ahmad Dhani, ayah AQJ, tidak hadir. Dia ditunggu dalam agenda sidang pekan depan. Kalau tidak hadir, hakim telah menetapkan akan langsung melanjutkan ke agenda tuntutan. Sebelumnya AQJ sudah dinyatakan terancam hukuman penjara 3 tahun.

    ANDI RUSLI

    Terpopuler
    Kalla Gunakan Jenderal Rekening Gendut Dekati Mega 

    Grup MNC Dituding Blokir Pemberitaan Suryadharma 
    ]
    Tersangka, Suryadharma Jadi Calon Menteri Prabowo 

    Nikah Gratis Mulai Juni 2014



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.