Penulis Sejarah Arya Wiraraja Dapat Penghargaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gapura Wringin Lawang yang merupakan salah satu situs peninggalan Kerajaan Majapahit di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan,  Mojokerto, Jawa Timur, (24/7). Gapura ini berada sekitar 500 meter dari lahan pembangunan pabrik baja. TEMPO/Ishomuddin

    Gapura Wringin Lawang yang merupakan salah satu situs peninggalan Kerajaan Majapahit di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, (24/7). Gapura ini berada sekitar 500 meter dari lahan pembangunan pabrik baja. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Lumajang - Penulis sejarah Arya Wiraraja, Mansur Hidayat, memperoleh penghargaan Bhakti Budaya dari Keraton Surakarta. Pemberian penghargaan tersebut berlangsung di Gedung Garuda Graha, kompleks Keraton Surakarta, Sabtu kemarin, 24 Mei 2014.

    Bhakti Budaya merupakan penghargaan yang diberikan Lembaga Kebudayaan Jawa kepada sejarawan, budayawan, seniman, dan ahli spiritual Jawa. Penghargaan ini diberikan setiap empat tahun sekali oleh Keraton Surakarta.

    Sekretaris Masyarakat Peduli Majapahit Timur (MPPM) Lutfiati mengatakan Mansur Hidayat mendapatkan penghargaan emas darma budaya karena usaha-usahanya dalam bidang penulisan sejarah.

    Mansur merupakan Ketua MPPMT, sebuah wadah sukarelawan pemerhati situs bersejarah di kawasan Tapal Kuda. Menurut Lutfiati, Mansur mendapatkan penilaian terbaik mengenai penulisan sejarah Lumajang dan Arya Wiraraja karena berupaya menuliskan kembali sosok Arya Wiraraja dan Lumajang.

    "Dalam penulisan sejarah Indonesia, sosok Arya Wiraraja ini kurang diperhatikan, bahkan terkesan dilupakan. Tidak pernah ditulis dalam penulisan sejarah nasional," ujarnya, Minggu, 25 Mei 2014.

    Mansur satu-satunya sejarawan di wilayah Tapal Kuda yang mendapatkan penghargaan Bhakti Budaya. Mansur memerlukan waktu setahun untuk menuliskan buku tersebut. "Referensinya lumayan susah, sepotong-sepotong saja," kata Lutfiati, yang bersama Mansur berupaya untuk terus aktif dalam penyelamatan Situs Biting.

    Lutfiati meyakini Situs Biting tidak bisa lepas dari sosok Arya Wiraraja, ayah Patih Nambi, pada saat Kerajaan Majapahit diperintah oleh Prabu Raja Jayanegara atau Raden Kalagemet. Dalam Kitab Paparaton juga disebutkan bahwa Ranggalawe adalah anak dari Arya Wiraraja. Arya Wiraraja diangkat menjadi adipati di Sumenep. (Baca: Perusakan Situs Biting Diminta Dihentikan)

    Lutfiati mengatakan buku yang ditulis Mansur itu sebagai hasil riset bahwa Situs Biting di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Lumajang, Jawa Timur, bukan sekadar mitos belaka. "Makanya ditunjukkan pula dengan penelitian akademis," ujarnya. 

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Terpopuler
    Senin Depan, SBY Mungkin Pecat Suryadharma  
    Piyu Ragukan Jokowi-JK
    Korupsi Haji Disebut Struktural,Anggito Tersangka?
    Pengawal Suryadharma Nikmati Haji 'Gratis'  
    Pengacara Bantah Kepala JIS Pedofil
    Tragedi Pesawat MH370 Akan Difilmkan



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.