Fadly Padi Gemar Nyanyi Lagu Chrisye  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi Fadly Arifuddin alias Fadly Padi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Andi Fadly Arifuddin alias Fadly Padi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bandung - Saat tampil menyanyikan lagu religi, vokalis grup band Padi, Andi Fadly Arifuddin atau dikenal dengan Fadly, mengaku tidak pernah absen menyanyikan lagu Chrisye berjudul Ketika Tangan dan Kaki Berkata. "Lagu itu favorit kami semua (Padi)," ujar Fadly kepada Tempo, Ahad, 20 April 2014, setelah mengisi acara di Bandung.

    Fadly mengatakan lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata yang liriknya di tulis oleh penyair Taufik Ismail itu sangat spesial dan memiliki arti yang penting bagi dirinya. "Ini lagu yang abadi bagi saya," ujarnya.

    Menurut ayah empat anak itu, lagu yang mulai muncul tahun 1978 ini merupakan lagu yang cukup sederhana. Namun memiliki makna penting karena mengingatkan pada suatu waktu, yaitu kematian. "Almarhum Chrisye saat menyanyi lagu itu sangat terasa getarannya. Beliau sempat berhenti di tengah lagu dan terdiam," kata Fadly mengingat.

    Fadly mengaku kagum pada Chrisye saat menyanyikan lagu-lagunya karena memberikan energi bagi dirinya. Jadi, saat tampil dalam acara religi, Fadly selalu membawakan lagu tersebut. "Energi Chrisye terasa," tuturnya.

    Ahad lalu, Fadly membawakan lagu itu saat mengisi acara peringatan 50 tahun Mesid Salman di Institut Teknologi Bandung (ITB). Fadly juga membawakan lagu religi lain, seperti Sepanjang Hidup yang biasa dibawakan Maher Zein, dan Peristiwa Subuh, lagu besutan grup nasyid Raihan. (Baca: Changcuters dan Fadly Satu Panggung di Makassar)


    RISANTI

    Berita Lain:
    Courtney Cox Bantah Reuni 'Friends'
    Merry Riana Suka Gaya Pakaian Kate Middleton
    Raisa Andriana Jadi Duta Produk Es Krim


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.