Pakai Adat Islam,Mark Sungkar Terima Lamaran Wisnu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar. TEMPO/Mazini Hafizhuddin

    Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar. TEMPO/Mazini Hafizhuddin

    TEMPO.CO, Jakarta -Tersiar rencana resepsi pernikahan Shireen dan Tengku Wisnu akan menggunakan sistem adat, Mark Sungkar selaku wali dari Shireen tidak mau terlalu ambil pusing. Menurutnya, melangsungkan pernikahan dengan adat Islam itu sudah cukup.

    "Saya cuma pakai adat Islam, saat lamaran sudah saya terima artinya sudah selesai. Kalau saat seserahan mau bawa-bawaan itu adat, budaya Indonesia, dalam Islam nggak ada. Jadi misal mau bawa tusuk gigi satu, ayam satu ekor, nggak masalah," tuturnya melemparkan humor, saat ditemui di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sabtu malam 17 Agustus 2013.

    Mark Sungkar mengaku tidak d.iberi tahu terkait prosesi apa saja yang akan berlangsung pada saat seserahan malam ini, menurutnya karena ia sudah menerima lamaran Teuku Wisnu maka sudah selesai.

    "Adat? Nah itu jujur saya nggak diberi tahu. Semuanya saya serahkan ke ibunya anak-anak. Saya sebagai ayah sudah menerima lamaran secara resmi, sesuai hukum Islam sudah selesai. Kalau mau lakukan budaya saya tidak keberatan."

    Ia pun menegaskan bahwa terkait adat yang akan digunakan saat resepsi, ia menyerahkan semua pada pihak Shireen dan keluarga Wisnu.

    "Kalau pernikahan tidak ada adat pure Islam. Kalau resepsi silakan lagi pada kedua keluarga mau pakai adat Aceh, Padang atau Minang. Shireen pengen adat Jawa silakan aaja untuk menghibur tamu," ujarnya.

    AISHA
    Topik Terhangat
    Suap SKK Migas
    Penembakan Polisi
    Sisca Yofie
    Konvensi Partai Demokrat
    Rusuh Mesir

    Berita Terpopuler
    Rico Ceper Ikut Upacara Bendera Bareng Hiu

    Serunya 17 Agustus-an di Rumah Vitalia Sesha

    Valderama Main Film Komedi

    Roy Suryo Kagum OI Didirikan Iwan Fals


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.