Totalitas Bos Alay Dahsyat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harsono Wahyudi, seorang koordinator anak alay atau biasa disebut bos anak alay di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta (30/05). TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO

    Harsono Wahyudi, seorang koordinator anak alay atau biasa disebut bos anak alay di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta (30/05). TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO

    TEMPO.CO, Jakarta - Harsono, bukan nama asing bagi produser stasiun televisi maupun para penonton bayaran dan juga beberapa pelawak. Sebelum menjadi koordinator penonton bayaran, Harsono masuk ke dalam tim kelompok lawak Patrio yang digawangi, Eko, Parto dan Akri.

    Saat itu 2003, Harsono telah banyak belajar mengikuti persiapan pertunjukan Ngelaba oleh Patrio di TPI (sekarang MNC TV). Ilmu yang diperolehnya tersebut lantas dikembangkan dan memulai pekerjaan sebagai pengumpul tim sorak televisi, atau yang dikenal dengan istilah tim alay. Usahanya yang bergerak di bidang jasa itu dinamainya Kapur Barus Agency beralamat di Jalan Kemanggisan Raya RT 06 RW 10. "Saya sudah lama menggeluti usaha seperti ini," kata Harsono, Rabu 29 Mei 2013.

    Sebelumnya, Harsono pernah bekerja sebagai pekerja teknis di pabrik kawasan Pulogadung, Jakarta. Namun setelah merintis pekerjaan sebagai pengumpul tim sorak televisi, Harsono merasa nyaman dan ingin tetap konsisten. "Ya kalau mau terjun ke dunia beginian nggak boleh satu kaki, harus dua kaki, nyemplung sekalian," katanya.

    Kini Harsono terikat pekerjaan dengan acara Dahsyat semenjak 2008. Tiap harinya, ia harus menyediakan 60 orang tim sorak yang terdiri dari anak muda. "Mereka harus mau ramai dan penampilannya oke. Karena ini acara musik," katanya. "Sebelum memulai syuting, kita briefing dulu bagaimana caranya supaya ramai. Bagaimana nanggepin lawakan pembawa acara dan bersorak ketika artis datang. Mereka ya saya ajarin dulu," katanya.

    Ketika disinggung soal bayaran, pria asal Cirebon ini hanya tersenyum simpul. Awalnya ia tak mau mengatakan dengan jelas berapa peruntungan yang diperolehnya tiap bulan. Namun kemudian ia nyeletuk. "Ya hitung saja deh tiga kalinya UMK (Upah Minimum Kota), lumayan daripada orang kantoran," katanya tertawa.

    Menurutnya, bayaran sejumlah itu hanya untuk acara Dahsyat. Namun Harsono juga bisa dapat pesanan tim sorak dari acara televisi lain seperti TVRI, Trans TV, ANTV dan MNC. Ia pun juga mengaku pernah diminta menyediakan tim sorak untuk acara pertemuan partai Golkar dan PAN.

    Tak lama, Harsono dikerubungi anak-anak alay yang baru saja bubar usai syuting Dahsyat. Puluhan remaja itu mendatangi dan menyalami serta mencium tangan Harsono.

    NURUL MAHMUDAH

    Berita Lain:

    Edsus Aksi Alay
    Dari Anak Alay Jadi Asisten Raffi Ahmad

    Eva Longoria Dukung Mantan Suaminya 

    Sarah Jessica Parker Menjajal Bisnis Sepatu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.