Bercerai, Venna Melinda Kuliah S-2 Ilmu Hukum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Venna Melinda saat menghadiri sidang perceraiannya bersama Ivan Fadilla Soedjoko di  Pengadilan Agama Jakarta Selatan (15/4). TEMPO/Nanda Hadiyanti

    Venna Melinda saat menghadiri sidang perceraiannya bersama Ivan Fadilla Soedjoko di Pengadilan Agama Jakarta Selatan (15/4). TEMPO/Nanda Hadiyanti

    TEMPO.CO, Jakarta - Venna Melinda rupanya cepat mengambil hikmah dari proses perceraian yang saat ini sedang dihadapinya. Gara-gara masalah rumah tangganya ini, Venna berinisiatif untuk kuliah lagi. "Saya ambil S-2 Hukum, sudah ikut tes di Universitas Trisakti," kata dia, Jumat, 12 April 2013.

    Menurut Venna, keinginan untuk belajar ilmu hukum sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Sebagai lulusan sarjana ekonomi, Venna menyadari pengetahuannya soal hukum masih sangat kurang. Padahal, saat ini dirinya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang salah satu tugasnya membuat undang-undang.

    Keinginan mantan Puteri Indonesia ini semakin kuat saat dia akhirnya mengalami masa sulit dalam rumah tangganya, yaitu perceraian. "Akhirnya itu yang membuat saya harus mengerti hukum. Saya harus belajar lagi, harus tahu hak-hak saya terhadap anak saya," kata dia.

    Ia menambahkan, "Kalau enggak ngerti hukum jadinya salah kaprah," kata politikus dari Partai Demokrat ini.

    Venna Melinda saat ini sedang menjalani sidang perceraian dengan suaminya, Ivan Fadilla, di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Ia menggugat cerai suaminya pada 22 Februari lalu dengan alasan mempertanyakan statusnya setelah ditalak Ivan sebelumnya.

    MUNAWWAROH

    Berita Lain:
    Begini Lirik Narsis PSY di Gentleman
    Glenn Fredly Ramaikan Konser Cinta Musik Indonesia
    189 Film Pendek Berlaga di Festival Film Solo
    Oblivion Pasang Target Jadi Film Box Office


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.