Navicula Ramaikan Festival Budaya Antikorupsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Band Navicula. naviculamusic.com

    Band Navicula. naviculamusic.com

    TEMPO.CO, Denpasar - Grup band rock alternatif Navicula bakal meramaikan Festival Budaya bertajuk "Bali Antikorupsi" di komplek Sewaka Dharma, Denpasar, Sabtu, 13 April 2013 . Navicula yang dimotori Robi (vokal & gitar), Danki (gitar), Made (bas), dan Gembull (drum) itu tampil bersama sejumlah band lokal lainnya.

    Robi mengaku sangat gembira dilibatkan dalam gerakan antikorupsi. "Korupsi itu sudah jadi penyakit kronis. Kami sangat peduli karena masalah lingkungan, kemiskinan, dan semua hal pasti terkait dengan korupsi," ujarnya, Jumat, 12 Maret 2013.

    Sebelumnya, band yang dibentuk pada 1996 di Denpasar itu terpilih sebagai satu dari sepuluh band yang dipilih Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk mengisi album Frekuensi Perangkap Tikus yang diinisiasi lembaga antikorupsi tersebut. Di album itu, Navicula menyanyikan single berjudul Mafia Hukum yang sudah bisa diunduh secara gratis di www.beranijujur.net.

    Rob mengaku dia dan teman-temannya akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung gerakan antikorupsi. "Bahkan, tampil di banjar (dusun) pun saya mau," katanya. Bagi dia, musik bukan sekedar media untuk berkesenian, tetapi juga media perjuangan yang bisa menyentuh banyak orang, khususnya pada kelompok anak muda.

    Festival budaya Bali Anti Korupsi sendiri melibatkan sejumlah lembaga swadaya masyarakat di Bali, seperti i Manikaya Kauci dan Aliansi jurnalis Independen (AJI) Denpasar. Selain pertunjukan musik, juga digelar sejumlah kegiatan seni seperti lomba menggambar, aksi pembuatan mural, dan peluncuran film.

    "Kita harapkan kegiatan ini menandai gerakan bersama mengembangkan budaya bersih korupsi," kata Komang Arya Ganaris, Direktur Manikaya Kauci dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar. 

    Denpasar dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi pusat pelayanan publik dalam mengurus masalah perizinan, KTP, dan berbagai layanan publik lainnya. Dalam festival ini, Pemerintah Kota Denpasar dilibatkan dalam kepanitiaan karena komitmen wali kotanya yang dinilai ICW cukup bersih dari korupsi.

    ROFIQI HASAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.