Tulis Novel Finding Srimulat, Hilman Kesulitan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penulis cerita Lupus, Hilman Hariwijaya, tahun 1988. DOK/TEMPO/Gunung Sarjono

    Penulis cerita Lupus, Hilman Hariwijaya, tahun 1988. DOK/TEMPO/Gunung Sarjono

    TEMPO.CO, Jakarta - Penulis Hilman Hariwijaya membuat pola terbalik, yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Hilman menulis novel dari film yang akan segera dirilis berjudul Finding Srimulat.

    "Itu tantangannya. Karena polanya terbalik," kata Hilman di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta pada Sabtu 23 Maret 2013.

    Ia membuat novel berdasarkan draft 1 skenario yang sebelumnya sudah dibuat oleh sutradara sekaligus penulis skenario Finding Srimulat, Charles Gozali. Hilman mengaku sedikit kesulitan ketika harus menulis cerita yang sudah diatur dalam draft itu. "Kalau di skenario kan kasar sekali. Tapi kalo di novel harus diubah jadi rangkaian kata," kata Hilman.

    Dengan mengikuti kebakuan skenario, membuatnya kurang bisa mengeksplore imajinasinya seperti ketika ia membuat novel sendiri. Kelucuan film Finding Srimulat yang diperankan oleh pelawak-pelawak senior pun harus diubahnya menjadi rangkain kata.

    Alhasil Hilman pun sedikit ragu apakah bukunya itu bisa menggambarkan kelucuan para angota Srimulat itu. "Kalau di film kan mereka bisa spontan melucu. Kalau di novel harus pakai kata-kata. Semoga pada suka ya," katanya berharap.

    Novel Finding Srimulat baru diluncurkan secara resmi pada Sabtu 23 Maret 2013. Sedangkan filmnya yang berjudul sama baru akan dirilis pada 11 April 2013.

    MITRA TARIGAN

    Berita Lain:
    Atribut Bola di Pemakaman Ricky Jo
    Akting dengan Srimulat, Rianty Sulit Tahan Tawa
    Dahlan Iskan Baca Puisi di Earth Hour
    Hilman 'Lupus' Luncurkan Novel Finding Srimulat  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?