Film jOBS, Karpet Merah di Sundance Film Festival

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ashton Kutcher berperan sebagai Steve Jobs. Eonline.com

    Ashton Kutcher berperan sebagai Steve Jobs. Eonline.com

    TEMPO.CO, Los Angeles - Film tentang salah seorang pendiri Apple Inc Steve Jobs, jOBS, pada Jumat, 25 Januari 2013, mulai diperkenalkan ke publik di Sundance Film Festival.

    Film yang dibuat 15 bulan setelah meninggalnya Jobs ini baru akan diputar di bioskop-bioskop di Amerika Serikat pada 19 April 2013.

    Ashton Kutcher di film ini berperan sebagai Steve Jobs, pengusaha teknologi dan komputer yang merevolusi cara mendengarkan musik juga mengembangkan Apple Inc menjadi perusahaan yang sangat berpengaruh di dunia.

    Film ini menceritakan percobaan-percobaan yang dilakukan Jobs, yang menjadikan Apple sebagai merek yang paling dikenal di seluruh dunia. Jobs meninggal pada usia 56 tahun pada 2011.

    “Setiap orang punya pendapat masing-masing tentang Steve Jobs, dan mereka ikut menjadi bagian dari sejarahnya. Jadi, tantangannya adalah memutuskan bagian mana dari sejarah itu yang patut diceritakan dan dengan tidak mencabut hak siapa pun,” kata sutradara jOBS, Josh Stern, kepada Reuters.

    Stern menambahkan, hanya menebak-nebak dan melakukan terlalu banyak spekulasi selalu berbahaya, terutama dengan karakter yang begitu sangat terkenal.

    Kutcher, 34 tahun, mengatakan, ia merasa sangat terhormat tapi juga khawatir karena memerankan tokoh Chairman Apple yang sudah menjadi ikon.

    “Memerankan seseorang yang selalu ada dalam ingatan orang, ke mana pun pergi selalu ada orang-orang yang pernah bertemu dengannya atau bahkan mengenalnya atau sudah melihat video tentang dia….itu hal yang benar-benar menakutkan. Sebab, setiap orang itu merupakan pengkritik yang tepat,” kata Kutcher kepada Reuters.

    Kutcher menambahkan, “Setiap orang siap merobek-robek. Siapa pun bisa melihat dengan detail, dari cara berpakaian, cara berbicara, dan lalu bilang: 'Tidak. Tidak. Bukan begitu dia seharusnya'. Dan, ini benar-benar menakutkan,” katanya.

    REUTERS | GRACE S GANDHI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.