Minggu, 18 Februari 2018

Maudy Ayunda: Pilih Oxford Ketimbang Columbia  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 22 Januari 2013 16:16 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maudy Ayunda: Pilih Oxford Ketimbang Columbia  

    Maudy Ayunda dan Adipati Dolken saat launching film "Malaikat Tanpa Sayap" di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (7/2). TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Diterima di dua universitas ternama dunia, itulah yang kini dialami Ayunda Faza Maudya atau biasa disapa Maudy Ayunda. Dara berusia 18 tahun itu berhasil lolos menjadi mahasiswi di Universitas Columbia, Amerika Serikat, sekaligus Universitas Oxford, Inggris. "Aku baru aja make decision untuk ambil Oxford karena keterimanya itu baru seminggu lalu," ujar dia yang ditemui di kediamannya di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Januari 2012.

    Pemeran Kugy dalam Perahu Kertas ini langsung memilih Oxford karena melihat peringkat dan lokasinya. Kata Maudy, majalah Time menobatkan Oxford sebagai universitas terbaik ke dua dunia. Lalu secara interdisiplin, Oxford juga ternama soal politik dan filsafat seperti jurusan yang diambil Maudy, yaitu Philosophy, Politics, and Economic. "Ini general study, sih. Oxford bagus banget. Mereka juga well-known," ujar dia.

    Dan, yang membuat Maudy riang adalah masa studi selama tiga tahun. Sehingga jika lulus tepat waktu, ia tidak akan ketinggalan dengan teman-temannya yang sudah mulai kuliah sejak tahun lalu. Maudy yang lulus pada 2012 memang tak dibolehkan langsung kuliah oleh sang Ibu karena usianya yang baru 17 tahun. Alasannya, kata dia, "Kamu di Indonesia dulu. Lagipula kamu juga bisa melakukan hal yang produktif," kata dia menuturkan ucapan sang Ibu.

    Ucapan itu terbukti, karena selama setahun terakhir, Maudy berhasil merampungkan tiga film, yaitu Perahu Kertas 1 dan Perahu Kertas 2, serta Malaikat Tanpa Sayap. Dan yang paling membanggakan adalah pada 13-14 Desember 2012, ia tampil sebagai panelis Regional Meeting and Stakeholder Consultation on the Post-2015 Development Agenda di Nusa Dua, Bali, Indonesia.

    Di Nusa Dua, Bali, Maudy bicara soal kemiskinan dan pengurangan pengangguran di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pimpinan dunia lainnya. Ia mengaku, persiapan tampil di depan para pemimpin dunia itu berdekatan dengan persiapan ke Oxford. Sehari setelah di Bali, ia langsung terbang ke Inggris untuk menyelesaikan persiapan masuk.

    Untungnya, semuanya berhasil baik. Maudy menuai pujian sebagai pembicara muda di Nusa Dua, Bali. Ia pun berhasil masuk ke Universitas tertua kedua sedunia yang berada di Inggris ini.

    DIANING SARI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.