Pak Tino Sidin Mendokumentasikan Agresi Militer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tino Sidin. Dok. TEMPO/Ali Said

    Tino Sidin. Dok. TEMPO/Ali Said

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelukis sketsa legendaris, Pak Tino Sidin, belajar melukis secara otodidaktik. Pada 1946, Tino, yang baru berusia 21 tahun, berangkat dari tanah kelahirannya di Sumatera untuk merantau ke Yogyakarta bersama Daoed Joesoef, yang belakangan menjadi Menteri Pendidikan, dan Nasjah Jamin, sastrawan serta pelukis.

    Lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, 25 Desember 1925, Pak Tino pernah bekerja sebagai pegawai bagian poster di Kementerian Pembangunan Pemuda. Saat Belanda melancarkan agresi militernya, Tino bergabung dengan para pejuang kemerdekaan.

    Sembari mengangkat senjata, ia sekaligus mendokumentasikan tiap peristiwa dan pertempuran di garis depan melalui gambaran sketsanya. “Zaman dulu belum banyak orang punya foto (kamera),” kata Panca Takariyati, 47 tahun, anak bungsu Pak Tino, Kamis 22 November 2012.

    Dari cerita Daoed Joesoef, kata Takariyati, sketsa itu akan diserahkan ke komandan peleton sebagai dokumentasi peperangan. Tapi, lantaran dinilai gambar belum jadi, sketsa itu ditolak. Belakangan, sketsa itu berpindah tangan ke orang lain dan hilang tak terlacak hingga kini. “Padahal, sketsa itu tentu menjadi dokumentasi yang terbaik dan lengkap,” kata Takariyati.

    Seusai perang, Tino mendaftar jadi mahasiswa di Akademi Seni Rupa Indonesia pada 1960 dan lulus tiga tahun kemudian.

    Baca laporan selengkapnya di Koran Tempo Minggu di sini.

    ANANG ZAKARIA

    Berita Terpopuler:
    Ingin Perbesar dengan Zaitun, ''Mr P'' Malah Hilang  

    Ranjang Basah Calon Pengantin 

    Alasan Timnas Coret Arthur Irawan 

    Rhoma Irama Kikuk Ditanya Gangnam Style

    Curhat Arthur Irawan Setelah Dicoret dari Timnas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.