Cerita Kariernya, Dustin Hoffman Menangis Dua Kali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dustin Hoffman. AP/Danny Moloshok

    Dustin Hoffman. AP/Danny Moloshok

    TEMPO.CO, Jakarta - Dustin Hoffman mengeluarkan semua emosinya ketika menceritakan perjalanan kariernya di bidang filmya selama 30 tahun dalam acara British Academy of Film & Television Arts, Selasa, 16 Oktober 2012 malam lalu. Aktor peraih dua Oscar ini menangis dua kali dan kembali tertawa saat menjelaskan kariernya di dunia perfilman.

    Air mata keluar ketika Hoffman mulai menjelaskan latar belakang perannya di film Kramer vs Kramer. Film inilah yang membuatnya meraih Oscar sebagai pemeran utama terbaik tahun 1980. "Aku baru saja bercerai. Aku berpesta dengan narkoba dan itu mempengaruhiku dari semua sudut," ujar Hoffman.

    Suaranya mulai pecah saat dia menjelaskan bahwa ia tidak ingin bertemu dengan produser film itu, Stanley Jaffe, dan sutradara serta penulis cerita Bob Benton. Ia tidak menyukai skripnya. "Skripmu tidak ada hubungannya dengan apa yang telah aku alami," ujar Hoffman sambil menangis saat mengingat tentang emosi setelah perpisahan dan perceraian.

    Masih sambil menangis, ia lalu menjelaskan,"untuk alasan apa pun kamu berakhir dengan menjadi orang lain di waktu yang sama." Ia menjelaskan perpisahannya dengan istri pertamanya, Anne Byrne, dan kenyataan kalau, "ada anak-anak yang terlibat di dalamnya."

    Dia mengatakan pada saat bersamaan, dia sedang mengerjakan dua film sekaligus, yaitu Sraight Time dan Agatha. Dia lalu memutuskan, "untuk menolak film itu (Kramer vs Kramer) saat ditawari kedua kalinya." 

    Dia awalnya berpikir kalau dia berhenti karena satu kritik karena julukan "si bodoh" yang ditujukan kepadanya dalam film The Graduate. Namun, Benton berkukuh dan meminta Hoffman untuk menjelaskan apa yang harus ia lakukan untuk mengubah pemikiran Hoffman agar si aktor mau mengerjakan film itu. "Kami harus pergi ke sebuah ruangan selama tiga bulan dan menulisnya kembali," ujar Hoffman.

    "Kami akhirnya menyelesaikan itu. Aku mendapat tawaran untuk menulis dan dengan bodohnya aku tolak," katanya. "Tapi itu merupakan pengalaman melegakan bagiku untuk menyingkirkan semua hal yang aku alami di luar sana."

    Hoffman kembali menangis saat dia mulai membicarakan aktor cilik, Justin Henry, yang berperan sebagai Billy dan mendapatkan peran itu meski tanpa pengalaman berakting. "Aku lalu menemukan kalau dia (Justin) berasal dari keluarga berantakan. Ada momen saat kami rehat lalu aku berpikir. Ini adalah anak yang tepat, dia anakku."

    Hoffman mengingat kegagalannya mengkasting Kate Jackson yang saat itu aktris top. "Karena dia sedang bermain di Charlie's Angels, acara televisi terbesar saat itu di Amerika." Jadi, dia menyarankan peran diberikan kepada Meryl Streep, yang sedang menanjak kariernya. 

    Ia mengingatnya masa itu sebagai, "waktu yang sangat sempurna untuk mengkasting seseorang." Saat itu Meryl baru saja kehilangan kekasihnya dalam suatu peristiwa tragis. Meski akhirnya Meryl berhasil dalam film ini, tapi keduanya tidak pernah bekerja sama lagi.

    Air mata terus keluar dari aktor ini saat dia mendiskusikan pengalamannya membuat film Rain Man dengan sutradara Barry Levinson. Hoffman menjelaskan, selama dua pekan proses pengambilan gambar, dia duduk di dalam Cadillac bersama Tom Cruise. Berharap dirinya bisa meninggalkan film ini karena ia tidak pernah bisa memainkan peran sebagai seorang autis.

    "Merupakan satu perasaan yang indah menemukan dirimu di daerah yang kamu pikir tidak akan dapat kamu lalui. Ini seperti kamu berada di dunia antara," kata dia lagi sambil menjelaskan penelitian ekstensif yang dia lakukan tentang autisme, sampai ia berkesimpulan kalau anak autis tidak dapat memahami semua informasi dari manusia lain.

    "Itu membutuhkan tekanan berat bagi mereka. Kita itu seperti penyedot debu, kita bisa memahami semua tapi mereka tidak. Anak-anakku bilang padaku, jangan menangis ayah, kamu bisa melihatnya," dia mengungkapkan.

    Namun dalam acara itu Hoffman tidak hanya menangis, ia juga tertawa saat mengingat perannya dalam Tootsie. Ia berperan sebagai aktor yang tidak memiliki pekerjaan dan menyamar menjadi wanita untuk mendapatkan peran di sebuah opera sabun.

    Dia menjelaskan, usai syuting dengan masih berpakaian seperti perempuan ia menghampiri Jon Voight yang kebetulan sedang berada di lokasi pengambilan gambar. "Aku menghampirinya sebagai Dorothy (perannya dalam Tootsie) dan berbincang-bincang bagaimana aku menyukai karyanya dan berniat mengerjai dia," ujar Hoffman

    Dalam diskusi yang berlangsung selama dua jam itu, Hoffman berbagi cerita dan anekdot dari karya-karyanya yang lain seprti Midnight Cowboy dan Meet The Fockers. Di lain pihak, debut film pertamanya sebagai sutradara, Quartet, yang diperankan oleh Maggie Smith, Tom Courtnay, Pauline Collins dan Billy Connolly ditampilkan malam itu.

    HOLLYWOODREPORTER | DEWI RETNO

    Berita Terpopuler
    Album Baru Noah Terjual Setengah Juta Keping

    Ariel Noah: Yogya Basis Fans Tertua usai Bandung

    Tari Sufi Aceh Akan Difilmkan 

    Anang-Ashanty Batal Bulan Madu ke Maladewa

    Remaja Dunia Berebut Masuk Agensi Musik Korea


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.